Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Akses Blangkejeren–Kutacane Pulih, Harga Pasar di Gayo Lues Kembali Stabil

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Akses Blangkejeren–Kutacane Pulih, Harga Pasar di Gayo Lues Kembali Stabil
Foto: (Sumber: Seorang pedagang mengolah ikan untuk dijual di Pasar Rakyat Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/bar/am..)

Pantau -  Akses jalan utama Blangkejeren–Kutacane yang kembali terhubung pascabencana banjir bandang akhir 2025 berdampak pada berangsur stabilnya harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Stabilnya harga terjadi setelah jalur vital penghubung Kota Medan dengan Aceh Tenggara dan Gayo Lues tersebut kembali dapat dilalui kendaraan logistik.

Seorang pedagang ikan di Pasar Rakyat Blangkejeren, Risma, 50 tahun, mengatakan harga ikan nila dan ikan mas kini cenderung stabil.

"Sudah banyak turunnya, kemarin itu kan (harga ikan) sempat sampai Rp65.000," ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini harga ikan berada di kisaran Rp35.000 per kilogram setelah distribusi kembali lancar.

Pedagang ayam potong, Mamak Putra, juga menyampaikan kondisi serupa terkait harga ayam di pasar.

"Saat ini harganya Rp80.000 satu ekor," ujarnya.

Ia menyebutkan harga ayam potong sebelumnya sempat melonjak hingga Rp110.000 per ekor ketika banjir bandang memutus akses jalan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memberikan perhatian serius terhadap pemulihan jalur lintas tengah Aceh yang terdampak bencana.

Penanganan difokuskan pada ruas Kutacane–Blangkejeren–Gayo Lues hingga Aceh Tenggara oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh.

Alat berat berupa excavator dan wheel loader dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

"Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga aset logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kutacane menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues," kata Dody Hanggodo dalam pernyataannya pada 10 Januari 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf