
Pantau - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 46 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.732 per dolar AS dalam perdagangan Rabu (28/1) di Jakarta, naik dari posisi sebelumnya Rp16.768 per dolar AS.
Penguatan Dipicu Retorika Dagang Trump dan Spekulasi Suku Bunga
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan rupiah kali ini dipengaruhi oleh retorika perdagangan agresif mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama, dengan agenda tarif Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengganggu pasar," ungkapnya.
Eskalasi perang dagang kembali mencuat setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap produk-produk asal Korea Selatan.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong penguatan dolar AS yang sedang melemah di pasar global.
Trump menyatakan bahwa keputusan itu dilatarbelakangi oleh minimnya kemajuan proses legislasi di Korea Selatan dalam mengimplementasikan kesepakatan dagang yang telah difinalisasi pada Oktober 2025.
Selain ketegangan perdagangan, sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan mata uang juga berasal dari komentar Trump mengenai suku bunga bank sentral AS yang diperkirakan akan turun.
Trump mengaitkan hal itu dengan kemungkinan pergantian kepemimpinan di Federal Reserve, menggantikan Jerome Powell.
Menjelang FOMC, Pasar Tunggu Panduan Kebijakan Moneter
Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), pasar memperkirakan suku bunga acuan akan tetap bertahan di kisaran 3,5–3,75 persen.
Keputusan resmi akan diumumkan pada Kamis (29/1) dini hari pukul 02.00 WIB.
"Perhatian selanjutnya akan beralih ke konferensi pers Ketua Jerome Powell pasca-pertemuan pada pukul 02.30 WIB untuk panduan baru tentang jalur kebijakan moneter, dengan para pedagang saat ini memperkirakan sekitar dua kali pemotongan suku bunga hingga akhir tahun ini," ia mengungkapkan.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga mencatat penguatan rupiah ke level Rp16.723 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.801 per dolar AS.
- Penulis :
- Arian Mesa







