
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke level 7.962,79 seiring pelaku pasar mencermati tindak lanjut otoritas pasar modal terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 33,48 poin atau 4,12 persen ke posisi 779,05 pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan secara teknikal IHSG masih berpotensi menguji area support yang lebih rendah.
"IHSG berpotensi menguji level 8.250 hingga 8.000," ungkap Ratna Lim.
Ia menambahkan, "Jika IHSG menembus level psikologis 8.000, maka terbuka peluang penurunan lanjutan hingga area 7.850."
Pasar menaruh perhatian besar pada isu MSCI karena lembaga indeks global tersebut akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia hingga Mei 2026.
Jika tidak ada kemajuan signifikan dalam perbaikan aksesibilitas, Indonesia berisiko diturunkan dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market.
Penurunan status tersebut dinilai berpotensi memicu arus keluar dana investor asing yang lebih besar dari pasar keuangan domestik.
Dampak lanjutan dari kondisi tersebut dapat menekan kinerja IHSG, melemahkan nilai tukar rupiah, menurunkan likuiditas pasar, memburuknya persepsi risiko negara, serta meningkatkan biaya pendanaan pemerintah dan korporasi.
Otoritas pasar modal telah merespons pengumuman MSCI, namun arah pasar ke depan sangat bergantung pada kecepatan dan efektivitas tindak lanjut kebijakan yang diambil.
Dari eksternal, bank sentral Amerika Serikat The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75 persen sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, "Kami tetap fokus pada kondisi ekonomi dan mandat kebijakan moneter," ujarnya terkait keputusan tersebut.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street bergerak variatif, sementara mayoritas bursa Asia pada Kamis pagi terpantau melemah dan menambah tekanan pada pasar saham regional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








