
Pantau - Permintaan emas global sepanjang tahun 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar 5.002 ton di tengah berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia.
Data tersebut disampaikan Dewan Emas Dunia atau World Gold Council dalam laporan tren permintaan emas tahunan yang dirilis pada Kamis, 29 Januari 2026.
Dewan Emas Dunia mencatat lonjakan investasi emas mendorong nilai total investasi mencapai 555 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi nilai investasi emas tertinggi sepanjang sejarah.
Analis pasar senior Dewan Emas Dunia, Louise Street, menyampaikan bahwa meningkatnya persepsi risiko global menjadi faktor utama melonjaknya minat terhadap emas.
“Tahun 2025 mencatatkan lonjakan permintaan emas dan harga yang meroket. Konsumen dan investor sama-sama membeli dan menyimpan emas dalam lingkungan dengan risiko ekonomi dan geopolitik menjadi kenormalan baru,” ujar Louise Street.
Permintaan investasi emas global tercatat mencapai 2.175 ton pada 2025 dan menjadi pendorong utama rekor permintaan emas dunia.
Louise Street menyatakan bahwa investor mengakses emas melalui berbagai instrumen yang tersedia.
“Investor berlomba-lomba mengakses emas melalui semua jalur yang tersedia,” katanya.
Selain investor ritel dan institusi, bank sentral di berbagai negara juga menjadi pembeli signifikan dengan menambah cadangan emas sebesar 863 ton sepanjang 2025. Jumlah tersebut mendekati batas atas proyeksi Dewan Emas Dunia.
Di sisi konsumsi, permintaan perhiasan emas global tercatat turun 18 persen secara tahunan. Penurunan ini terjadi seiring lonjakan harga emas yang meningkat hingga 67 persen sepanjang 2025.
Meski demikian, Dewan Emas Dunia menilai permintaan konsumen masih relatif kuat, mencerminkan kesediaan sebagian masyarakat membeli emas meski berada pada level harga yang tinggi.
Dewan Emas Dunia memproyeksikan ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik global masih akan berlanjut pada 2026. Kondisi tersebut diperkirakan terus menopang permintaan emas.
Emas dinilai semakin menguat perannya sebagai aset lindung nilai atau safe haven di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







