Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

NTB Jadi Tumpuan Penyerapan Beras Nasional, Bulog Targetkan 240 Ribu Ton pada 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

NTB Jadi Tumpuan Penyerapan Beras Nasional, Bulog Targetkan 240 Ribu Ton pada 2026
Foto: Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) melakukan panen padi perdana sekaligus peluncuran program serapan beras nasional di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat 30/1/2025 (sumber: Bulog)

Pantau - Perum Bulog menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu tumpuan utama dalam upaya mencapai target nasional penyerapan setara beras sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram pada Jumat.

"NTB memiliki peran strategis dalam peta pangan nasional. Kami siap mendukung penuh melalui serapan gabah yang masif, penguatan infrastruktur pergudangan, serta distribusi yang terintegrasi," ungkapnya.

Peran Strategis NTB dan Dukungan Infrastruktur

Rizal menjelaskan bahwa luas panen padi di NTB mencapai ratusan ribu hektare dan berpotensi menghasilkan jutaan ton gabah kering panen.

Potensi tersebut menjadi dasar kuat bagi Bulog untuk melakukan penyerapan gabah petani secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian NTB, Eva Dewiyanti, turut menegaskan pentingnya peran NTB dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"NTB memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan. Fokus kami adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional," ia mengungkapkan.

Eva juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota, dengan dukungan penuh dari Bulog sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Data Produksi Meningkat, Penyerapan Digenjot

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di NTB pada tahun 2025 mencapai 1,69 juta ton gabah kering giling.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 16,85 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,45 juta ton.

Peningkatan produksi ini ditunjang oleh kenaikan luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025.

Selain itu, produktivitas padi juga mengalami kenaikan dari 51,59 kuintal per hektare menjadi 52,59 kuintal per hektare.

Pada tahun 2026, Bulog NTB menargetkan penyerapan komoditas pangan setara beras sebanyak 240.660 ton.

Target ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan serta menstabilkan harga di tingkat petani.

Penulis :
Arian Mesa