Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Madiun Siap Serap 10 Ribu Ton Jagung Petani untuk Stabilisasi Pasokan 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bulog Madiun Siap Serap 10 Ribu Ton Jagung Petani untuk Stabilisasi Pasokan 2026
Foto: Pekerja mengangkat hasil panen jagung dari petani untuk disimpan di Gudang Bulog Madiun di wilayah Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat 30/1/2026 (sumber: ANTARA/Louis Rika)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, menyatakan kesiapan menyerap jagung dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sepanjang tahun 2026.

Target penyerapan jagung tahun ini ditetapkan sebesar 10.106 ton.

Pemimpin Bulog Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan bahwa per 31 Januari 2026, pihaknya telah menyerap sebanyak 1.122 ton jagung dari wilayah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.

"Jagung tersebut merupakan hasil panen petani jagung di wilayah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun dan Kota Madiun," ungkapnya.

Jagung yang telah diserap disimpan di Gudang Bulog Keniten yang berlokasi di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, sesuai dengan standar penyimpanan yang telah ditentukan.

Penyaluran Menunggu Instruksi Bapanas

Agung menjelaskan bahwa penyaluran jagung hasil serapan tersebut masih menunggu arahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Adapun penyalurannya nanti, kami menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional atau Bapanas untuk penyaluran jagung pemerintah dalam bentuk SPHP jagung yang diperuntukkan bagi peternak ayam layer yang telah mendapatkan SK dari Kementerian Pertanian," ia mengungkapkan.

Untuk mendukung pencapaian target serapan, Bulog Madiun menjalankan program perluasan tanam jagung bersama petani, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Serapan 2025 Tertinggi di Jawa Timur

Target penyerapan jagung tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, Bulog Madiun ditargetkan menyerap 9.500 ton jagung, namun realisasinya hanya mencapai 1.455 ton.

Meski tidak mencapai target, angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara seluruh cabang Bulog di Jawa Timur.

"Dengan serapan jagung hampir 1.500 ton tersebut, kami mampu menyuplai permintaan jagung untuk peternak ayam di sejumlah wilayah di Jatim, seperti Madiun, Ngawi, Tulungagung, hingga Ponorogo," jelas Agung.

Untuk mendongkrak serapan di tahun 2026, Bulog Madiun mengimbau para petani agar menjual gabah maupun jagungnya ke Bulog.

Harga Sesuai HPP

Pembelian jagung oleh Bulog dilakukan dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku.

Saat ini, HPP untuk jagung kering pipil yang disimpan di gudang ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram.

Sementara itu, untuk jagung dengan kadar air 18-20 persen, harga pembelian ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

"Untuk jagung di harga Rp5.500 per kilogram ini tidak bisa langsung disimpan di gudang karena masih harus dikeringkan dulu hingga kadar air mencapai 14 persen, baru bisa disimpan di gudang sebagai cadangan pemerintah dan disalurkan melalui SPHP jagung," pungkas Agung.

Penulis :
Leon Weldrick