
Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor strategis seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.
Dalam keterangan pers yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital pada Jumat, Nezar menyebut bahwa AI dapat dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok pangan dan mendukung produktivitas pertanian nasional.
"AI mampu membuat pertanian lebih presisi, melakukan prediksi logistik dengan tepat, serta melakukan pemantauan secara konsisten," ungkapnya.
AI Dorong Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Lebih Baik
Tak hanya di sektor pangan, AI juga disebut berperan penting dalam peningkatan tata kelola dan kualitas pelayanan kesehatan.
"AI dapat melakukan diagnosis dini dan pemantauan kesehatan secara personal," ia mengungkapkan.
Sementara di sektor pendidikan, AI dinilai mampu menghadirkan platform pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
Nezar menambahkan bahwa pemerintah juga dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Dorongan Adopsi dan Kolaborasi untuk Inovasi AI
Dalam kesempatan yang sama, Nezar menyampaikan apresiasinya atas penerbitan laporan Accelerating AI Adoption in Indonesia yang diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi AI secara luas di Tanah Air.
"Laporan ini menyajikan wawasan yang melampaui analisis, memberikan arahan yang bermakna untuk mengubah penelitian dan ide menjadi adopsi AI praktis," katanya.
Ia berharap laporan tersebut bisa menjadi pemicu bagi pelaku industri untuk memimpin transformasi AI di sektor-sektor kunci.
Selain itu, laporan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan investor untuk mendukung peningkatan inovasi, serta mendorong akademisi untuk terus membina dan mengembangkan talenta digital nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa








