Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Efisiensi Anggaran Kementan Capai Rp1,7 Triliun, Dampak Ekonomi Tembus Rp17 Triliun

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Efisiensi Anggaran Kementan Capai Rp1,7 Triliun, Dampak Ekonomi Tembus Rp17 Triliun
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan paparan dalam acara "Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)" di Bogor, Jumat 30/1/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran sebesar Rp1,7 triliun di Kementerian Pertanian telah menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp17 triliun dalam waktu sekitar tiga bulan.

Penghematan tersebut dilakukan melalui pemangkasan anggaran perjalanan dinas, seminar, perbaikan gedung, serta rapat di hotel.

"Di tempat kami, kami efisiensi Rp1,7 triliun menghasilkan Rp17 triliun. Perjalanan dinas kami cabut, seminar tidak ada, rapat hotel tidak ada, dan uangnya kami alihkan untuk benih, pompa, dan alsintan," ungkapnya.

Dampak Efisiensi Terhadap Produksi dan Ekonomi Daerah

Anggaran yang dihemat dialihkan ke sektor produktif seperti pengadaan benih, pompa, dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

Langkah ini mendorong perputaran ekonomi di tingkat petani dan daerah, serta memperlihatkan dampak nyata dalam waktu singkat.

Menurut Amran, kebijakan dan perubahan alokasi anggaran lebih berpengaruh dibandingkan sekadar menambah dana.

"Ini bukan karena uang, tapi karena kebijakan. Kebijakan jauh lebih berbahaya daripada koruptor kalau salah. Tapi kalau benar, dampaknya luar biasa," ia mengungkapkan.

Dukungan Pembiayaan untuk Ketahanan Pangan dan Peternakan

Dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menyiapkan tambahan produksi sebesar 0,7 juta ton telur dan 1,1 juta ton daging ayam per tahun.

Pemerintah melibatkan BUMN pangan dengan dukungan pembiayaan sekitar Rp20 triliun dan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50 triliun kepada peternak.

"Kita siapkan BUMN dengan dukungan sekitar Rp20 triliun dan KUR Rp50 triliun untuk peternak," ujarnya.

Amran menegaskan bahwa negara harus hadir sebagai instrumen intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan strategis.

"Apa instrumen kita intervensi pasar kalau negara tidak punya stok? Karena itu negara harus hadir. Jangan yang ditekan pengecer kecilnya, tapi cari pemain besarnya," tegasnya.

Hilirisasi dan Kebijakan Pangan sebagai Kunci Ekonomi Nasional

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas seperti kelapa, sawit, dan komoditas perkebunan lainnya untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi nasional.

Menurutnya, hilirisasi dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas hingga ratusan kali lipat dibandingkan ekspor bahan mentah.

Gabungan antara efisiensi anggaran, reformasi kebijakan, dan hilirisasi dianggap sebagai kunci untuk menjaga ketahanan pangan serta memperkuat perekonomian Indonesia.

"Kalau pangan dan energi kita kuasai, negara tidak mudah digoyang. Pangan ini fondasi, dan tugas kita memastikan kebijakan benar-benar sampai ke rakyat," pungkasnya.

Pemerintah juga berkomitmen mengawal kebijakan ini dengan memastikan penggunaan anggaran secara tepat dan menindak tegas praktik yang merugikan petani maupun konsumen.

Penulis :
Leon Weldrick