
Pantau - Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik rencana pembukaan rute penerbangan internasional baru dari Darwin, Australia menuju Lombok yang digagas oleh salah satu maskapai nasional.
Rute baru ini bertujuan memudahkan konektivitas wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, yang ingin berkunjung ke NTB.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menyatakan, "Ya, adanya rencana ini tentu tidak lain untuk memudahkan konektivitas wisatawan datang ke daerah kita", ungkapnya.
Pembukaan rute Darwin–Lombok sejalan dengan harapan Gubernur NTB yang menginginkan adanya konektivitas udara langsung dari Australia ke wilayah NTB.
Ervan menjelaskan bahwa tingginya angka kunjungan wisatawan asal Australia menjadi alasan utama dibukanya rute ini, karena akan mendukung pergerakan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
Ia menambahkan bahwa rute internasional langsung ini akan menguntungkan wisatawan karena mereka tidak perlu transit di daerah lain, melainkan bisa langsung tiba di Pulau Lombok.
"Dengan adanya rute langsung, jumlah wisatawan ke NTB bisa semakin meningkat", ujarnya.
Saat ditanya soal dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB terhadap rencana ini, Ervan menyebutkan bahwa pihaknya fokus pada aspek promosi.
"Tugas kita bantu-bantu di promosi", ia mengungkapkan.
Dukungan dari Dinas Pariwisata NTB dan Dampak terhadap Ekonomi Daerah
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menyatakan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas internasional dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam).
"Alhamdulillah, TransNusa memiliki keinginan membuka jalur penerbangan internasional ke Lombok. Salah satu fokus-nya adalah dari Australia", ungkapnya.
Aulia berharap pemerintah kabupaten/kota di NTB turut memperkuat konektivitas ini agar dampaknya bisa dirasakan secara luas.
Menurutnya, pembukaan jalur internasional akan berdampak langsung pada peningkatan angka kunjungan wisatawan, okupansi kamar hotel, dan durasi tinggal para turis.
"Tentunya ada pembukaan rute-rute internasional ini pada naiknya angka kunjungan wisatawan, peningkatan okupansi kamar, dan lama tinggal yang ujungnya memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di daerah", jelasnya.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), jumlah wisatawan yang ditargetkan berkunjung ke NTB pada tahun 2026 mencapai 2,55 juta orang.
Angka tersebut naik dari target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 2,3 juta kunjungan.
"Banyak indikatornya, satu di antaranya, ada program dari pemerintah pusat di situ. Terus kita juga melihat tren, ada peningkatan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Khususnya pasca-pandemi COVID-19, grafik dari bulan ke bulan terus naik, sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan penentuan angka kunjungan wisatawan", ujar Aulia.
Ia optimis bahwa sektor pariwisata NTB akan terus berkembang hingga 2026.
Optimisme itu didukung oleh penguatan destinasi wisata, peningkatan kualitas akomodasi, promosi intensif, dan konektivitas transportasi yang lebih baik.
Rencana pembukaan rute Darwin–Lombok dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Februari 2026.
Aulia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam industri pariwisata, termasuk pelaku wisata, asosiasi, UMKM, dan masyarakat dalam menyukseskan rencana ini.
"Ini menjadi ikhtiar kita bersama, bahwa kunjungan wisatawan tidak hanya bicara target semata. Tetapi, bagaimana dunia pariwisata dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah yang ujungnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat", tegasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








