
Pantau - Center of Reform on Economics (CORE) menyarankan agar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru harus merupakan sosok yang berani dan bersih guna memulihkan kepercayaan pasar serta memperbaiki tata kelola pengawasan keuangan nasional.
Pengamat ekonomi dari CORE, Etika Karyani, menilai karakter tersebut penting untuk memperkuat struktur internal OJK yang selama ini dianggap terlalu reaktif, minim transparansi, dan rentan terhadap kompromi.
"Saat ini, krusial dengan tindakan nyata, seperti menindak tegas emiten bermasalah, membuka data kepemilikan secara penuh, mengaudit ulang struktur pasar. Jangan lupa regulator harus berintegritas dengan tidak melindungi elite pasar," ungkapnya.
Kepemimpinan Tegas Diperlukan di Tengah Krisis Kepercayaan
Etika menekankan bahwa pemimpin OJK mendatang harus memiliki keberanian dan integritas tinggi agar mampu menjaga kepercayaan investor domestik maupun global.
Menurutnya, langkah konkret yang perlu segera diambil antara lain:
- Menindak tegas emiten yang bermasalah
- Membuka data kepemilikan secara menyeluruh
- Melakukan audit ulang struktur pasar
- Menjamin regulator tidak menjadi pelindung kepentingan elite pasar
Etika menilai bahwa hanya melalui pendekatan yang tegas dan tanpa kompromi, OJK dapat membangun ulang kredibilitasnya sebagai lembaga pengawas.
Respons atas Gelombang Pengunduran Diri Petinggi OJK dan BEI
Pandangan CORE ini muncul setelah pengunduran diri lima petinggi sektor keuangan pada Jumat, 30 Januari 2026:
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi
- Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara
- Deputi Komisioner DKTK IB Aditya Jayaantara
- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman
Iman Rachman menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dinilai sebagai momen penting untuk memperkuat institusi OJK melalui kepemimpinan baru yang tegas, transparan, dan berpihak pada kepentingan pasar secara luas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







