
Pantau - Lembaga survei Center for Indonesian Strategic Action (CISA) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat, sebesar 81,2 persen, menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Dalam paparan di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026, Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa menegaskan bahwa masyarakat ingin Polri tetap sebagai institusi yang independen dan profesional.
"Kategori tidak setuju mencapai 65,5 persen dan jika digabung dengan kurang setuju 15,7 persen, maka total penolakan publik terhadap wacana Polri di bawah kementerian mencapai 81,2 persen responden," jelas Herry.
Publik Nilai Wacana Berpotensi Ganggu Netralitas
Hasil survei mengungkap bahwa hanya 5,3 persen responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju Polri berada di bawah kementerian.
Rincian sikap responden terhadap wacana tersebut:
- Tidak setuju: 65,5 persen
- Kurang setuju: 15,7 persen
- Cukup setuju: 7,4 persen
- Tidak menjawab: 6,1 persen
- Setuju: 4,2 persen
- Sangat setuju: 1,1 persen
"Hasil ini menegaskan bahwa masyarakat luas memandang penempatan Polri di bawah kementerian sebagai langkah yang berpotensi mengganggu independensi serta netralitas kepolisian," tambahnya.
Survei juga mencatat bahwa 67 persen responden percaya bahwa jika Polri berada di bawah kementerian, independensinya akan terganggu.
Selain itu, 60,2 persen responden meyakini dampak negatif seperti meningkatnya risiko politisasi penegakan hukum.
Reformasi Internal Dianggap Solusi Terbaik
Sebanyak 76,7 persen responden menilai bahwa penempatan Polri di bawah kementerian bukan solusi yang tepat untuk memperbaiki kinerja lembaga kepolisian.
Sebaliknya, mayoritas masyarakat mendukung reformasi internal Polri dibandingkan perubahan struktur kelembagaan.
Sebanyak 70,2 persen yakin perbaikan internal lebih penting, sementara 22,3 persen tidak yakin dan sisanya tidak menjawab.
Dukungan terhadap independensi Polri juga tercermin dalam temuan lain:
- 61 persen setuju Polri tetap independen
- 29 persen tidak setuju
- 10 persen tidak tahu/tidak menjawab
Survei Digelar di 29 Provinsi dengan Metode Tatap Muka
Survei CISA ini dilaksanakan pada 21–26 Januari 2026 terhadap 1.135 responden yang tersebar di 29 provinsi, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dan kuesioner, dengan margin of error 2,7 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Target populasi adalah masyarakat usia 17 tahun ke atas yang telah memiliki hak pilih.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







