
Pantau - Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop) Farida Farichah mengajak koperasi desa atau kelurahan yang tergabung dalam jaringan Kopdes Merah Putih untuk memanfaatkan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) guna memperkuat usaha produktif, khususnya di sektor pertanian.
Dalam kunjungannya ke Kopdes Merah Putih Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai pada Jumat, 30 Januari 2026, Farida menekankan pentingnya optimalisasi akses pendanaan yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
"Sebelum mengajukan permohonan pendanaan, setiap koperasi harus terdaftar pada Sistem Informasi Kopdes Merah Putih (Simkopdes)," ungkap Farida.
Fokus pada Pertanian dan Peningkatan Nilai Tambah
Gerai Kopdes Merah Putih Mangga Dua dibangun di atas lahan seluas 20x30 meter dan progres fisiknya telah mencapai 98 persen, ditargetkan selesai pada pekan kedua Februari 2026.
Salah satu produk prioritas yang akan dikembangkan koperasi desa ini adalah komoditas hasil pertanian seperti padi.
Farida mendorong agar pendanaan LPDB digunakan untuk membeli alat penggilingan padi agar hasil panen bisa diolah secara mandiri dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Ia menyatakan bahwa penguatan koperasi desa dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas dengan manfaat langsung bagi petani dan warga desa.
Target 80 Ribu Kopdes dan Fasilitas Wajib
Pemerintah menargetkan operasionalisasi tahap pertama sebanyak 27 ribu Kopdes Merah Putih pada April 2026, dan jumlah tersebut akan diperluas hingga mencapai 80 ribu koperasi pada akhir tahun.
Pembangunan fisik koperasi saat ini masih berlangsung dengan menyiapkan tujuh gerai wajib yang akan menjadi fasilitas utama, yaitu:
- Kantor koperasi
- Gerai sembako
- Unit simpan pinjam
- Klinik desa
- Apotek desa
- Gudang berpendingin (cold storage)
- Sarana logistik
Program ini diharapkan memperkuat struktur ekonomi desa melalui koperasi yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







