
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional dilakukan demi kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat.
Pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari pola komunikasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
“Inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi. Ada yang terbuka, ada yang tertutup dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah,” kata Prasetyo.
Prasetyo menegaskan bahwa tokoh-tokoh yang ditemui Presiden tidak berasal dari kalangan oposisi pemerintah.
“Bukan tokoh oposisi. Tapi, beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing,” ujar Prasetyo.
Ia menilai komunikasi Presiden dengan tokoh-tokoh nasional tersebut merupakan hal yang positif dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Tokoh-tokoh yang ditemui Presiden berasal dari berbagai latar belakang dan tidak berasal dari unsur partai politik.
“Tokoh parpol tidak ada. Kemarin ada tokoh kepemiluan Prof. Siti Zuhro, tokoh pemberantasan korupsi mantan Ketua KPK Bapak Abraham Samad, kemudian tokoh kepolisian mantan Kabareskrim Bapak Susno,” kata Prasetyo.
Prasetyo menyebut pertemuan serupa akan terus dilanjutkan dengan tokoh-tokoh nasional lainnya.
“Ada beberapa yang nanti juga akan terus kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah tokoh nasional di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta.
Salah satu pertemuan tersebut dilakukan dengan mantan Ketua KPK Abraham Samad.
Pertemuan Presiden dengan Abraham Samad berlangsung selama sekitar lima jam pada Jumat, 30 Januari 2026.
Informasi awal mengenai pertemuan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya menyebut Presiden bertemu dengan tokoh-tokoh oposisi pemerintah untuk membahas kepentingan negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






