
Pantau - Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali membukukan surplus pada Desember 2025 dan melanjutkan tren surplus selama 68 bulan berturut-turut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa secara kumulatif Januari hingga Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS.
Nilai surplus tersebut berasal dari total ekspor sebesar 282,91 miliar dolar AS dan total impor sebesar 241,86 miliar dolar AS sepanjang 2025.
Surplus neraca perdagangan sepanjang 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 31,33 miliar dolar AS.
Terjadi lonjakan surplus perdagangan sebesar 9,72 miliar dolar AS dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Ateng Hartono menyatakan bahwa "Perbandingan surplusnya cukup tinggi,".
Surplus kumulatif neraca perdagangan Indonesia didorong oleh surplus sektor nonmigas sebesar 60,75 miliar dolar AS.
Pada saat yang sama, sektor migas masih mencatat defisit sebesar 19,7 miliar dolar AS.
Kinerja positif neraca perdagangan tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan sebagai penopang utama ekspor nasional.
Industri pengolahan memberikan andil sebesar 10,77 persen terhadap peningkatan ekspor nonmigas sepanjang 2025.
Komoditas manufaktur yang mencatat kinerja ekspor kuat meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya.
Kontributor besar lainnya berasal dari barang perhiasan dan barang berharga.
Ekspor juga ditopang oleh kimia dasar organik berbasis hasil pertanian.
Logam dasar bukan besi menjadi salah satu penyumbang utama kinerja ekspor manufaktur.
Semikonduktor dan komponen elektronik turut mencatatkan kinerja ekspor yang kuat sepanjang 2025.
Surplus perdagangan Indonesia juga ditopang oleh kinerja perdagangan dengan mitra dagang utama.
Amerika Serikat menjadi negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia dengan nilai 18,11 miliar dolar AS sepanjang 2025.
India berada di posisi kedua sebagai penyumbang surplus dengan nilai 13,49 miliar dolar AS.
Filipina mencatat surplus perdagangan dengan Indonesia sebesar 8,42 miliar dolar AS.
Nilai ekspor Indonesia pada Desember 2025 mencapai 26,35 miliar dolar AS.
Ekspor Desember 2025 tumbuh sebesar 11,64 persen secara tahunan.
Peningkatan ekspor terutama berasal dari sektor nonmigas yang mencapai 25,09 miliar dolar AS.
Ekspor nonmigas pada Desember 2025 meningkat sebesar 13,72 persen dibandingkan Desember 2024.
Impor Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 23,83 miliar dolar AS.
Impor tersebut meningkat sebesar 6,36 persen dan terutama digunakan untuk bahan baku serta bahan penolong industri dalam negeri.
Ateng Hartono menyampaikan bahwa "Pada Desember 2025 neraca perdagangan barang mencapai surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak bulan Mei tahun 2020,".
- Penulis :
- Aditya Yohan








