Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Dibuka Menguat ke 8.167,35 di Tengah Sikap Wait and See Jelang Rilis Data PDB 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Dibuka Menguat ke 8.167,35 di Tengah Sikap Wait and See Jelang Rilis Data PDB 2025
Foto: (Sumber: Sejumlah finalis Putri Indonesia 2026 melihat grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada Kamis pagi, 5 Februari 2026, dengan kenaikan sebesar 20,63 poin atau 0,25 persen ke posisi 8.167,35.

Indeks LQ45, yang mencerminkan kinerja 45 saham unggulan, juga turut naik 2,69 poin atau 0,32 persen ke posisi 835,49.

Penguatan IHSG terjadi di tengah sikap wait and see dari pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2025.

Pasar Menanti Data Ekonomi dan Dinamika MSCI

Menurut pengamat pasar modal Reydi Octa, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.000–8.300 dalam jangka pendek, terutama pada Kamis dan Jumat, 6 Februari 2026.

Salah satu faktor yang turut memengaruhi pergerakan IHSG adalah perkembangan dialog mengenai isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).

  • Jika dialog menunjukkan kemajuan, tekanan volatilitas dapat mereda.
  • Jika tidak, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut.

Pelaku pasar saat ini juga menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dijadwalkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Proyeksi pertumbuhan PDB 2025 berada di angka 5 persen (year-on-year), lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,3 persen.

Untuk kuartal IV 2025, pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,2 persen yoy dan 1,9 persen qoq, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penerapan free float 15 persen secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Proses ini dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kesiapan emiten, kondisi pasar, serta daya serap investor.

Sentimen Global: Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat

Dari sisi eksternal, perhatian pasar tertuju pada sejumlah indikator penting:

  • Data retail sales Eropa Desember 2025 yang diperkirakan naik menjadi 2,3 persen yoy, dari 2 persen pada November.
  • Pertemuan European Central Bank (ECB) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 2,15 persen dan deposit facility rate di 2 persen.
  • Pertemuan Bank of England (BoE) yang juga diperkirakan mempertahankan suku bunga di 3,75 persen.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (4 Februari 2026) mencatat pergerakan bervariasi:

  • S&P 500 turun 0,51 persen ke 6.882,72
  • Nasdaq turun 1,51 persen ke 22.904,58
  • Dow Jones naik 0,53 persen ke 49.501,30

Bursa Asia pada Kamis pagi mayoritas melemah:

  • Nikkei turun 331,89 poin (0,61 persen) ke 53.961,50
  • Shanghai turun 30,94 poin (0,75 persen) ke 4.071,26
  • Hang Seng turun 219,13 poin (0,82 persen) ke 26.628,18
  • Strait Times turun 9,50 poin (0,19 persen) ke 4.955,99
Penulis :
Aditya Yohan