Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Maros–Pangkep Siap Hadapi Revalidasi UNESCO, Dokumen Sudah Dikirim dan Persiapan Lapangan Hampir Rampung

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Maros–Pangkep Siap Hadapi Revalidasi UNESCO, Dokumen Sudah Dikirim dan Persiapan Lapangan Hampir Rampung
Foto: Ilustrasi - Salah satu site Geopark Maros-Pangkep di kawasan Rammang-Rammang di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel (sumber: ANTARA/Suriani Mappong)

Pantau - Seluruh dokumen revalidasi UNESCO untuk Maros–Pangkep UNESCO Global Geopark (MPUGGp) telah dikirim ke Komite Nasional Geopark Indonesia oleh pihak pengelola.

General Manajer MPUGGp, Dedy Irfan Bachri menyatakan bahwa kesiapan administrasi sudah mencapai 100 persen, sementara kesiapan fisik di lapangan mencapai 80 persen.

"Seluruh dokumen revalidasi UNESCO sudah dikirim ke Komite Nasional Geopark Indonesia. Saat ini, kesiapan administrasi sudah mencapai 100 persen dan kesiapan fisik di lapangan sekitar 80 persen," ungkapnya.

Persiapan Menyambut Tim Asesor UNESCO

Selain pengajuan dokumen, tim pengelola juga tengah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan tim asesor UNESCO yang dijadwalkan tiba pada Juli 2026.

Menurut Dedy, seluruh pihak yang terlibat telah melakukan koordinasi intensif guna mempertahankan status Maros–Pangkep sebagai bagian dari Global Geopark UNESCO.

"Persiapan sudah berjalan dengan baik. Dalam hal ini pemerintah daerah maupun pengelola geopark terus melakukan koordinasi intensif," ia mengungkapkan.

Pemerintah Kabupaten Maros dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan disebut akan terlibat penuh dan mendukung proses penilaian secara maksimal dalam revalidasi tersebut.

"Kedua daerah tersebut akan mendukung proses penilaian secara maksimal," katanya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Dedy juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada 1 Februari 2026.

Ia menilai bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat terhadap upaya konservasi kawasan karst Maros–Pangkep.

Penulis :
Leon Weldrick