
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total transaksi dari program Belanja Nasional 2025 mencapai Rp393,78 triliun.
Angka tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) dalam acara temu media di Kemendag RI, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Transaksi Terbesar Didominasi Friday Mubarak
Program dengan kontribusi transaksi terbesar adalah Friday Mubarak, yang berlangsung dari akhir Februari hingga Maret 2025, dengan nilai mencapai Rp72,3 triliun.
Selanjutnya, program Holiday Sale menyumbang Rp69,2 triliun, dan Epic Sale menghasilkan transaksi sebesar Rp54,88 triliun.
Program lainnya yang juga memberikan kontribusi signifikan antara lain Merdeka Madness dengan Rp44 triliun, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sebesar Rp36,4 triliun, BINA Diskon Lebaran sebesar Rp32,7 triliun, BINA Indonesia Great Sale sebesar Rp31 triliun, BINA-HBD Indonesia sebesar Rp30 triliun, dan Indonesia Shopping Festival dengan Rp23,3 triliun.
UMKM Difasilitasi, Belanja Nasional Dorong Produk Lokal
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa momentum belanja seperti Harbolnas dan Diskon Lebaran menjadi indikator bahwa pasar domestik tetap terjaga.
"Momentum seperti 'Harbolnas' dan 'Diskon Lebaran' ini membuktikan bahwa pasar di dalam negeri ini cukup sehat dan terjaga," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa program belanja nasional bertujuan tidak hanya meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong produk dalam negeri naik kelas, khususnya dari sektor UMKM.
Selama tahun 2025, Kemendag mencatat telah memfasilitasi sebanyak 38.356 UMKM dengan potensi transaksi mencapai Rp170,6 miliar.
Budi Santoso menambahkan bahwa program belanja nasional perlu dijalankan secara berkelanjutan, terutama pada momentum perayaan penting di Indonesia.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan HIPPINDO (Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) untuk mempersiapkan program belanja menyambut Lebaran mendatang.
- Penulis :
- Arian Mesa







