Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok Lebih dari 2 Persen Setelah Moody's Turunkan Outlook Utang Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Anjlok Lebih dari 2 Persen Setelah Moody's Turunkan Outlook Utang Indonesia
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 168,62 poin atau -2,08 persen ke level 7.935,25 pada akhir perdagangan Kamis, 6 Februari 2026.

Penurunan ini terjadi sepanjang sesi I dan II tanpa sempat menyentuh zona hijau, menunjukkan tekanan jual yang kuat dari investor.

Indeks LQ45 juga ikut terkoreksi sebesar 13,77 poin atau -1,66 persen ke posisi 815,58.

Dampak Langsung dari Penurunan Outlook Moody’s

Pelemahan tajam IHSG terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Meskipun peringkat kredit Indonesia tetap di level Baa2 atau investment grade, revisi outlook ini memicu kekhawatiran investor terhadap risiko fiskal jangka menengah.

"Revisi ini mencerminkan kemungkinan meningkatnya beban fiskal yang dapat berujung pada penurunan peringkat di masa mendatang jika tidak dikendalikan," ungkap Moody's dalam keterangan resminya.

Sentimen pasar pun langsung merespons negatif kabar tersebut, memicu aksi jual di hampir seluruh sektor saham.

Statistik Perdagangan dan Performa Sektor

Sepanjang perdagangan, tercatat 2.248.150 kali transaksi dengan volume 35,58 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp19,70 triliun.

Sebanyak 107 saham tercatat naik, sementara 646 saham turun dan 68 saham stagnan.

Sektor transportasi dan logistik menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan sebesar 0,18 persen.

Sebaliknya, 10 sektor lainnya melemah, dengan pelemahan terdalam dialami sektor barang konsumen non primer (-5,07 persen), industri (-4,73 persen), dan barang baku (-3,23 persen).

Data Ekonomi dan Agenda Pekan Depan

Faktor lain yang turut membayangi pasar adalah data cadangan devisa Indonesia yang tercatat sebesar USD 154,6 miliar pada Januari 2026, turun dari USD 156,5 miliar pada bulan sebelumnya.

Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang valas serta intervensi Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, indeks harga properti residensial tumbuh 0,83 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025, mencatatkan laju pertumbuhan paling lambat sejak 2023.

Investor juga tengah menantikan sejumlah data domestik yang akan dirilis pekan depan, seperti indeks kepercayaan konsumen, data penjualan ritel, serta angka penjualan sepeda motor dan mobil.

Saham Teraktif dan Performa Bursa Asia

Lima saham yang mencatatkan penguatan tertinggi hari ini antara lain NZIA, ELPI, LION, INAI, dan KJEN.

Sementara itu, saham PADI, PIPA, COIN, TRUE, dan BIPI menjadi top losers pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, bursa regional Asia menunjukkan performa yang bervariasi.

Indeks Nikkei Jepang menguat 0,81 persen, sedangkan indeks Shanghai turun 0,25 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,21 persen, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,83 persen.

Penulis :
Arian Mesa