Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Raup Rp7,5 Miliar di Inacraft 2026, Menembus Pasar Global

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

UMKM Binaan Pertamina Raup Rp7,5 Miliar di Inacraft 2026, Menembus Pasar Global
Foto: (Sumber: UMKM binaan PT Pertamina (Persero) melayani pembeli saat ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026). ANTARA/HO-PT Pertamina (Persero).)

Pantau - UMKM binaan PT Pertamina (Persero) berhasil mencatat transaksi hingga Rp7,5 miliar dalam ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang digelar di Jakarta pada 4–8 Februari 2026.

Hingga hari ketiga pameran, Jumat 6 Februari 2026, nilai transaksi tersebut terdiri dari penjualan ritel sebesar Rp3,8 miliar dan komitmen pembelian dari buyer internasional sebesar Rp3,7 miliar.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Baron, menyatakan bahwa partisipasi UMKM dalam pameran ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ekosistem UMKM nasional.

"Partisipasi ini adalah wujud komitmen memperkuat ekosistem UMKM nasional," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Pertamina tidak hanya mendorong peningkatan transaksi penjualan, namun juga membangun keberlanjutan usaha para pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.

"Inacraft merupakan etalase strategis bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperluas pasar dan membangun kepercayaan buyer global," ia mengungkapkan.

Pembeli Internasional Antusias, Produk Lokal Kian Diminati

Pameran ini turut dihadiri pembeli dari berbagai negara seperti Prancis, Belanda, Jerman, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Argentina, Cili, dan sejumlah negara di Afrika.

Beberapa di antaranya langsung melakukan transaksi dan penjajakan kerja sama jangka panjang dengan UMKM binaan Pertamina.

Pembeli dari Prancis yang merupakan pemilik gerai suvenir ternama melakukan pemesanan awal dan komitmen pemesanan berkelanjutan dalam skala besar.

Sementara itu, pembeli dari Malaysia menyepakati rencana pasokan rutin untuk kebutuhan ritel di negaranya.

Minat besar juga datang dari Maladewa, di mana ribuan unit lilin berbahan batok kelapa langsung dipesan.

Produk tersebut dinilai unik karena berbasis kearifan lokal dan mengusung konsep berkelanjutan.

Brand lokal seperti Bali Ayu dari Gianyar, Bali, turut mendapatkan manfaat dari pameran ini.

"Melalui pameran seperti di Inacraft ini dan pendampingan Pertamina, benar-benar membuka jalan bagi kami untuk melangkah ke pasar global," ujar pemilik Bali Ayu, Komang Yatik.

UMKM lain seperti Agrominafiber berhasil mendapatkan pembeli dari Argentina dan Jepang.

Pertamina menargetkan agar pameran semacam ini tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas secara global.

Ekspansi Pasar, UMKM Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Baron menjelaskan bahwa strategi pengembangan UMKM oleh Pertamina diarahkan untuk menjadikan pelaku usaha lokal sebagai pilar penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Tujuannya adalah memperluas akses pasar global serta menciptakan UMKM yang tangguh, mandiri, dan kompetitif di kancah internasional.

"UMKM harus bisa naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi Indonesia," ungkap Baron.

Melalui partisipasi rutin dalam ajang internasional seperti Inacraft, Pertamina berharap dapat terus mendukung pertumbuhan sektor UMKM secara berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka