Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gerakan Srikandi Indonesia Siap Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Secara Kolektif dan Berkelanjutan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gerakan Srikandi Indonesia Siap Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Secara Kolektif dan Berkelanjutan
Foto: (Sumber: Ketua Umum Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) Dewie Yasin Limpo (depan kanan) bersama pengurus lain saat deklarasi pendirian GSI di Jakarta, Sabtu (7/2/2026) (Antara/HO/GSI).)

Pantau - Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) menyatakan kesiapan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan Indonesia secara kolektif dan berkelanjutan di tengah tantangan pembangunan nasional.

Ketua Umum GSI, Dewie Yasin Limpo, menegaskan bahwa perempuan merupakan aset strategis bangsa dengan kontribusi besar di sektor ekonomi, politik, sosial, dan lingkungan.

Menurutnya, perempuan telah berperan signifikan dalam perekonomian nasional, baik melalui kontribusi pajak maupun penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

GSI mendorong agar perempuan memperoleh akses yang setara terhadap pengetahuan, jejaring, serta peluang usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.

Organisasi ini menargetkan lahirnya perempuan yang berdaya, mandiri, bermartabat, sekaligus menjadi “booster” bagi gerakan perempuan Indonesia yang relevan dengan perkembangan zaman.

Fokus Program Gerakan Srikandi Indonesia

Pada tahap awal, GSI menetapkan tiga program utama yang mencakup bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Di bidang ekonomi dan kewirausahaan, GSI mengembangkan kemitraan serta kolaborasi antarpelaku usaha perempuan.

Di bidang politik, GSI menyiapkan kader perempuan untuk menghadapi kontestasi politik, khususnya Pemilu 2029.

Di bidang sosial, GSI menggerakkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial organisasi.

Deklarasi dan Arah Pergerakan GSI

GSI resmi dideklarasikan pada 7 Februari 2026 sebagai wadah perjuangan dan kolaborasi perempuan lintas profesi serta lintas generasi.

Sejumlah tokoh perempuan nasional tercatat sebagai pendiri dan penggerak GSI, antara lain Delima Hasri Azahari, Siti Nur Azizah Ma’ruf, Elza Syarief, Siti Fadillah Supari, dan Melani L. Suharli.

Ke depan, GSI ditargetkan berkembang secara bertahap di seluruh Indonesia dan menjadi kekuatan perempuan yang solid, inklusif, serta berdampak nyata bagi bangsa.

Penulis :
Gerry Eka