
Pantau - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali bersama pemerintah kabupaten/kota di Bali menggelar 66 pasar murah sebagai langkah awal menekan potensi inflasi menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, dan Idul Fitri 2026.
Pelaksanaan pasar murah ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk memperkuat operasi pangan murah di berbagai wilayah Bali.
"Jangka pendek ini kami perkuat operasi pangan murah," ungkap Erwin Soeriadimadja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali sekaligus Wakil Ketua TPID Bali.
Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela rapat koordinasi TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Bali yang digelar di Denpasar, Selasa.
Distribusi Pasar Murah di Kabupaten/Kota
Dari total 66 pasar murah, Kota Denpasar menjadi wilayah dengan jumlah pelaksanaan terbanyak yaitu 20 kali.
Kabupaten Buleleng menyusul dengan 12 kali pasar murah, sedangkan Kabupaten Karangasem menggelar delapan kali.
Tiga kabupaten lain, yaitu Badung, Tabanan, dan Jembrana, masing-masing menggelar empat kali pasar murah.
Sementara itu, Kabupaten Klungkung melaksanakan enam kali pasar murah, dan Kabupaten Bangli serta Gianyar masing-masing tiga kali.
TPID Bali sendiri turut menggelar dua kali pasar murah secara langsung.
Pasar murah ini diarahkan untuk memenuhi prinsip 3T, yakni tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kualitas.
"Pelaksanaan pasar murah itu masih data sementara dan berpeluang bertambah lebih banyak," ujar Erwin menambahkan.
Upaya Tambahan Pengendalian Inflasi
Secara keseluruhan, TPID Bali bersama pemerintah kabupaten/kota berencana menggelar total 317 kali pasar murah sepanjang tahun 2026.
Komoditas utama yang menjadi fokus pengendalian harga meliputi cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat.
Selain menggelar pasar murah, TPID Bali juga akan mendorong kerja sama antardaerah di Bali dan antarprovinsi, serta mengoptimalkan peran perusahaan umum daerah.
"Saat hari besar keagamaan, kami bisa minimalkan inflasi secara bulanan agar lebih rendah dari tahun lalu. Tahun lalu inflasi bulanan (month to month/mtm) itu 1,61 persen dan semoga lebih rendah dari itu," ia mengungkapkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, inflasi Bali sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 2,91 persen.
Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun yang sama mencapai 5,82 persen.
Sementara itu, inflasi Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar 2,58 persen, dengan target inflasi tahunan berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
- Penulis :
- Leon Weldrick








