Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Percepat Penyaluran Perlindungan Sosial untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Percepat Penyaluran Perlindungan Sosial untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026
Foto: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memaparkan materi dalam agenda Economic Outlook 2026 bertajuk "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa 10/02/2026 (sumber: ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Pantau - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen pada kuartal I-2026, lebih tinggi dari proyeksi dasar Kementerian Keuangan sebesar 5,5 persen.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ini adalah dengan mempercepat penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos).

"Gini, kuartal I, base line kita di Kementerian Keuangan itu sebesar 5,5 persen. Kita akan dorong ke 5,6 persen dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini," ungkapnya.

Percepatan Belanja Pemerintah Jadi Kunci

Juda menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan mempercepat pelaksanaan belanja pemerintah yang umumnya berjalan lambat pada awal tahun.

"Ya, ada beberapa pengeluaran yang biasanya lambat, yang kita tolong percepat gitu," ia mengungkapkan.

Jenis belanja yang akan diprioritaskan adalah program perlindungan sosial yang ditargetkan terealisasi secepat mungkin dalam kuartal pertama.

"Kan ada beberapa program perlinsos ya, yang bisa kita lakukan di kuartal I, ya kita lakukan segera," ujarnya.

Optimisme Capai Pertumbuhan 6 Persen di 2026

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen pada tahun 2026.

Hal ini didasarkan pada tren perbaikan ekonomi yang mulai terlihat di akhir 2025.

"Saya pikir triwulan pertama tahun ini tren pertumbuhan yang kemarin akan terus berlangsung dan nanti akan semakin cepat di triwulan-triwulan berikutnya. Kita coba walaupun di APBN 5,4 persen ya. Kita coba dorong ke arah 6 persen kalau bisa untuk tahun 2026," ungkap Purbaya.

Ia juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mencapai sekitar 5,39 persen year-on-year (yoy), masih sedikit di bawah target 5,5 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang tepat.

Menurutnya, capaian pertumbuhan pada kuartal IV-2025 dan sepanjang tahun tersebut ditopang oleh berbagai stimulus pemerintah, terutama melalui penguatan belanja fiskal.

"Saya pikir itu sesuai dengan program pemerintah, di mana pemerintah menggelontorkan fiskal ya, bantuan sosial dan terlihat konsumsi juga meningkat," jelas Airlangga.

Penulis :
Leon Weldrick