
Pantau - Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan komitmennya menjaga budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif melalui penyerahan satu set gamelan kepada Kelompok Budaya Turonggo Yakso di Kecamatan Dongko.
Dalam keterangannya di Jakarta, Novita menyampaikan, “Harapan saya, gamelan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kreativitas para pelaku seni di Dongko. Ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang masa depan generasi muda,” ungkapnya.
Bantuan satu set gamelan tersebut merupakan dukungan program CSR dari Bank BRI Cabang Trenggalek yang disalurkan atas aspirasi Novita Hardini sebagai wujud kolaborasi antara dunia usaha dan pelestarian budaya daerah.
Gamelan sebagai Identitas dan Kebanggaan Daerah
Novita menegaskan bahwa gamelan bukan sekadar alat musik, melainkan simbol peradaban dan identitas budaya Trenggalek yang harus dijaga dan dilestarikan.
Ia berharap keberadaan gamelan baru dapat semakin menyemangati anak-anak muda untuk belajar dan mencintai budaya asli Trenggalek, khususnya tari Jaranan yang menjadi kebanggaan daerah.
Saat ini, Kelompok Budaya Turonggo Yakso telah membina lebih dari 400 anak didik dalam berbagai kegiatan seni budaya.
Pengurus kelompok budaya menyampaikan bahwa alat gamelan baru akan sangat membantu proses latihan sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan yang mereka tampilkan.
Potensi Dongko Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
Kelompok budaya tersebut juga berharap adanya dukungan tambahan ke depan untuk pembenahan infrastruktur, terutama atap bangunan yang masih berbahan bambu agar kegiatan latihan dan pertunjukan lebih optimal.
Novita yang dikenal aktif dalam pemberdayaan pelaku UMKM serta industri kreatif menambahkan bahwa kawasan sekitar memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif di Dongko.
Selain digunakan untuk latihan seni, lokasi sanggar dapat dimanfaatkan untuk pelatihan pembuatan ornamen Jaranan dan berbagai produk budaya lain yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, “Budaya harus hidup dan memberi manfaat ekonomi. Sanggar ini bisa menjadi pusat kreativitas sekaligus pusat ekonomi kreatif masyarakat Dongko,” tegasnya.
Melalui dukungan tersebut, Novita berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat sehingga generasi muda tidak hanya bangga terhadap tradisinya, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber kesejahteraan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








