
Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan dalam Jamuan Iftar dan Business Summit di Kamar Dagang AS U.S. Chamber of Commerce di Washington DC bahwa Indonesia tidak pernah gagal bayar utang sepanjang sejarahnya.
"Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami,".
Ia menyatakan bahwa pemerintahan berikutnya dan pemerintah-pemerintah selanjutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya meskipun terdapat perbedaan politik yang kuat.
Presiden memaparkan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penegakan hukum yang tegas untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif.
Ia mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak.
"Saya berpendapat bahwa masalah harus diselesaikan secara langsung. Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan kita dan melakukan yang terbaik untuk mencari solusi terbaik,".
Sebagai strategi jangka panjang, Presiden mengumumkan pendirian sepuluh universitas baru berbasis STEM Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Medicine untuk menjawab kekurangan tenaga medis dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul.
"Kami kekurangan 140.000 dokter dan hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti kita membutuhkan waktu 14 tahun untuk mengisi kesenjangan ini, kecuali jika dilakukan upaya baru dan itulah sebabnya saya membentuk sepuluh universitas baru berbasis STEM,".
Pemerintah juga memulai pembangunan 500 sekolah menengah berkualitas tinggi serta membuka kolaborasi pendidikan dengan institusi luar negeri termasuk universitas terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat.
Di bidang tata kelola, Presiden menegaskan komitmen memberantas korupsi serta aktivitas ekonomi ilegal seperti pertambangan dan pembalakan liar.
"Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal. Mereka menambang di hutan lindung. Saya juga menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan peraturan, beroperasi di luar area yang diizinkan, di luar konsesi mereka, dan sebagainya,".
Presiden menekankan penegakan hukum dan kepastian regulasi sebagai prioritas utama untuk menciptakan stabilitas sosial dan politik yang mendukung dunia usaha.
"Kami menegakkan hukum. Kami berupaya menciptakan suasana kepastian proses hukum. Saya pikir semua ini akan menambah iklim stabilitas sosial, stabilitas politik, dan akan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan bisnis dan ekonomi,".
- Penulis :
- Aditya Yohan








