
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan IHSG Bursa Efek Indonesia BEI pada Kamis sore 19 Februari 2026 ditutup melemah 36,15 poin atau 0,44 persen ke posisi 8.274,08 dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi.
Indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan turut turun 4,524 poin atau 0,51 persen ke posisi 834,28.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, "IHSG ditutup melemah di tengah pelemahan Rupiah yang berlanjut," dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Ia menyampaikan bahwa kurs Rupiah cenderung melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia serta potensi penurunan peringkat ekuitas dan peringkat kredit Indonesia oleh MSCI dan Moody's.
Rapat Dewan Gubernur RDG Bank Indonesia BI mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya untuk menstabilkan Rupiah yang cenderung melemah, menjaga inflasi tetap berada di kisaran target 1,5–3,5 persen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Inflasi Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan year on year, tertinggi sejak Mei 2023, sementara pertumbuhan kredit mencapai 9,96 persen secara tahunan.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data Current Account kuartal IV-2025 yang diperkirakan membukukan surplus sebesar 2,0 miliar dolar AS, lebih rendah dibanding surplus kuartal III-2025 sebesar 4,0 miliar dolar AS.
Kesepakatan Dagang Indonesia dan Amerika Serikat
Indonesia dan Amerika Serikat dijadwalkan menandatangani kesepakatan dagang dengan kerangka kerja negosiasi yang telah disepakati tahun sebelumnya.
Dalam kesepakatan tersebut, barang ekspor Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif sebesar 19 persen, sementara barang ekspor Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia tidak akan dikenakan tarif.
Indonesia juga akan melonggarkan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri TKDN bagi produk asal Amerika Serikat serta melonggarkan impor produk pertanian Amerika Serikat.
Kesepakatan itu mencakup komitmen kerja sama di sektor digital dan perlindungan data pribadi, penghapusan larangan ekspor komoditas termasuk mineral penting ke Amerika Serikat, serta peningkatan impor dari Amerika Serikat.
Pergerakan Sektoral dan Saham Unggulan
Pada awal perdagangan IHSG dibuka menguat, namun kemudian bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama dan tetap berada di zona merah sampai akhir perdagangan sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dengan sektor barang baku memimpin kenaikan 3,02 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik naik 1,93 persen serta sektor energi naik 0,94 persen.
Sebanyak tujuh sektor mengalami koreksi dengan sektor teknologi mencatat penurunan terdalam sebesar minus 1,11 persen, disusul sektor keuangan turun 1,07 persen dan sektor properti turun 0,57 persen.
Saham-saham dengan penguatan terbesar yaitu KOCI, BRRC, ASHA, NSSS, dan HDIT, sedangkan saham-saham dengan pelemahan terbesar yaitu HILL, MPPA, KPIG, RMKE, dan BELL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.334.496 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 53,30 miliar lembar dan nilai transaksi sebesar Rp26,24 triliun.
Sebanyak 326 saham naik, 366 saham menurun, dan 127 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia pada sore hari menunjukkan pergerakan bervariasi dengan indeks Nikkei menguat 324,00 poin atau 0,57 persen ke posisi 57.467,80 dan indeks Strait Times naik 62,98 poin atau 1,28 persen ke posisi 5.001,56, sementara indeks Shanghai dan Hang Seng masih libur memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
- Penulis :
- Arian Mesa








