Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Nilai Tarif Resiprokal 19 Persen Indonesia-AS Kompetitif dan Dongkrak Daya Saing Ekspor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kadin Nilai Tarif Resiprokal 19 Persen Indonesia-AS Kompetitif dan Dongkrak Daya Saing Ekspor
Foto: (Sumber: Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani ditemui usai penyelenggaraan ABAC di Jakarta, Senin (9/2/2026). ANTARA/AMuzdaffar Fauzan..)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai tarif resiprokal sebesar 19 persen dalam rencana Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat tergolong kompetitif serta berpotensi meningkatkan daya saing ekspor nasional.

Dinilai Beri Sinyal Positif bagi Dunia Usaha

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan tarif tersebut memberikan sinyal positif bagi dunia usaha.

Ia mengatakan, “Tarif 19 persen itu sudah kompetitif. Apalagi produk-produk ekspor kita yang menggunakan komponen dari Amerika Serikat bisa bahkan turun sampai dibebaskan dari tarif. Nah ini sangat menarik, tapi harus dipelajari detailnya,”.

Sejumlah produk disebut berpeluang memperoleh pembebasan tarif apabila menggunakan komponen dari Amerika Serikat.

Anindya menegaskan pelaku usaha perlu mencermati ketentuan teknis dalam Agreement on Reciprocal Trade secara rinci agar manfaatnya dapat optimal.

Sektor yang berpotensi mendapatkan manfaat besar antara lain manufaktur dan industri bernilai tambah.

Sejumlah asosiasi industri mulai menjajaki peluang kerja sama konkret dengan mitra di Amerika Serikat.

Penjajakan tersebut termasuk skema impor bahan baku dari Amerika Serikat untuk diolah di Indonesia sebelum diekspor kembali dengan nilai tambah.

Ia menyampaikan, “Tadi saya bicara dengan salah satu pimpinan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang ada di sini. Mereka ingin bicara dengan counterpart-nya supaya melihat apa yang bisa diimpor dari Amerika Serikat, tapi nantinya diolah dan dikirim balik ke Amerika (Serikat) dengan ada nilai tambah,”.

Ia menambahkan, “Kalau memang permintaannya dari Amerika Serikat tentu masuk akal, apalagi kalau tarifnya nol,”.

Skema tersebut dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi dan peningkatan daya saing ekspor nasional.

Didukung Nota Kesepahaman Bernilai 38,4 Miliar Dolar AS

Kadin mendukung diplomasi ekonomi pemerintah dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan Amerika Serikat.

Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat dilakukan penandatanganan 11 nota kesepahaman senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat.

Nota kesepahaman tersebut melibatkan pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat di sektor pertambangan, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, furnitur, serta teknologi.

Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global sekaligus menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan