Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Siapkan 146 Kios di Pasar Jaya untuk Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog Siapkan 146 Kios di Pasar Jaya untuk Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, didampingi Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto, Direktur Pemasaran Febby Novita dan pejabat lainnya usai Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Sembako selama Ramadhan hingga jelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jakarta, Sabtu 21/2/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyiapkan 146 kios di pasar-pasar PD Pasar Jaya Jakarta guna menjaga stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui distribusi langsung ke pengecer.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama Perumda Pasar Jaya, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, serta para pemangku kepentingan terkait dalam rangka pengendalian inflasi dan penguatan distribusi pangan strategis di Jakarta, Sabtu.

Distribusi Langsung untuk Pangkas Rantai Pasok

Langkah ini diambil setelah hasil inspeksi lapangan menemukan indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng dan cabai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Rizal mengatakan, "Ini nanti di masing-masing pasar direncanakan pilot project untuk di wilayah Pasar Jaya di 146 pasar, nanti di masing-masing kios oleh Bulog disiapkan stoknya," di Jakarta, Sabtu.

Bulog akan menempatkan satu kios atau los di setiap pasar PD Pasar Jaya sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog untuk mempercepat distribusi pangan.

Melalui kios tersebut, pengecer dapat membeli beras, Minyakita, dan gula langsung di pasar tanpa harus ke gudang BUMN pangan tersebut.

Rizal menyampaikan harapannya, "Harapan kami ini bisa sepanjang waktu, bukan hanya Ramadhan. Karena ini juga idenya baru muncul sekarang ya kita munculkan sekarang secepatnya supaya untuk menekan harga-harga ini supaya tidak naik,".

Skema distribusi ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran barang, memangkas ongkos angkut, serta menghilangkan alasan kelangkaan stok yang kerap memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.

Ia menegaskan, "Harapannya semakin memberikan kemudahan dan meringankan para pengecer dan tidak ada lagi alasan pengecer menaikkan harga. Kalau kemarin kan alasannya cari stoknya susahlah atau cari bahannya susah,".

Bulog hanya akan melayani pengecer resmi yang direkomendasikan Pasar Jaya dan memiliki Nomor Induk Berusaha sesuai ketentuan regulasi perdagangan.

DKI Jadi Prioritas dan Diawasi Satgas Pangan

Program kios ditargetkan mulai terealisasi pekan depan untuk mengantisipasi lonjakan belanja masyarakat pada minggu kedua dan ketiga Ramadhan.

DKI Jakarta diprioritaskan karena berperan sebagai barometer nasional sehingga stabilitas harga di ibu kota berdampak luas ke daerah lain.

Rizal menyampaikan, "DKI kita prioritaskan dulu sambil paralel jalan juga ke provinsi lain kayak Jawa Barat, Jawa Timur juga sudah kami perintahkan sekarang,".

Penyediaan kios akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bulog dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai dasar hukum kerja sama distribusi pangan di pasar-pasar Pasar Jaya.

Nota kesepahaman tersebut memastikan seluruh mekanisme distribusi berjalan sesuai aturan dan prosedur pengawasan.

Selain penyediaan kios, PD Pasar Jaya Jakarta akan memasang papan informasi harga komoditas strategis seperti beras, Minyakita, gula, dan tepung guna memastikan jual beli pangan sesuai harga eceran tertinggi dan harga acuan pembelian.

Daftar harga tersebut ditampilkan untuk memudahkan pengawasan Satgas Pangan serta mencegah praktik harga di atas ketentuan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo berharap masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga sesuai ketetapan pemerintah melalui kehadiran kios Bulog di setiap Pasar Jaya.

Elisabeth mengatakan, "Bagaimana caranya supaya harga-harga ini sampai ke tangan masyarakat itu tidak melebihi HET dan HAP, yaitu dengan menyiapkan kios-kios yang disiapkan di Pasar Jaya sehingga Bulog bisa menjual langsung kepada para pengecer. Jadi tidak ada lagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,".

Penulis :
Shila Glorya