Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Daging dan Telur Ayam di Depok Stabil Selama Ramadhan, Kementan Lakukan Sidak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Daging dan Telur Ayam di Depok Stabil Selama Ramadhan, Kementan Lakukan Sidak
Foto: (Sumber : Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Tri Melasari melakukan inspeksi mendadak di dua pasar tradisional di Depok, yakni Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat, Minggu (22/2/2026). ANTARA/HO-Kementan..)

Pantau - Kementerian Pertanian menyatakan harga daging dan telur ayam ras di Pasar Kemiri Muka dan Pasar Depok Jaya, Depok, Jawa Barat, dalam kondisi stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama puasa Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Tri Melasari mengatakan, "Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan stok pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, Kementerian Pertanian melakukan inspeksi mendadak di dua pasar tradisional di Depok, yakni Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka," dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga komoditas peternakan terpantau relatif stabil dengan pasokan yang tersedia di tingkat pedagang.

Di Pasar Depok Jaya, telur ayam ras dijual sekitar Rp32.000 per kilogram dan daging ayam ras berada pada kisaran Rp37.000 per kilogram.

Tri Melasari menyatakan, "Kondisi ini menunjukkan harga masih dalam batas wajar dan pasokan tersedia," ujarnya.

Di Pasar Kemiri Muka, telur ayam ras diperdagangkan pada kisaran Rp31.000 per kilogram dan daging ayam ras berada pada kisaran Rp37.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Untuk daging sapi, harga terpantau sekitar Rp140.000 per kilogram dan dinilai masih stabil sejalan dengan ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.

Ia mengatakan, "Harga komoditas peternakan di Depok masih relatif normal. Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000–Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ucapnya.

Beberapa komoditas lain seperti minyak goreng rakyat merek Minyakita, bawang merah, dan cabai merah terpantau mengalami peningkatan harga dan terus dipantau oleh pemerintah bersama instansi terkait.

Pemerintah mencatat pasokan ayam di tingkat pedagang cukup melimpah namun percepatan distribusi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan inspeksi mendadak secara rutin selama Ramadhan untuk memantau pergerakan harga.

Langkah tersebut dilakukan agar harga pangan strategis di tingkat konsumen tetap terkendali hingga Idul Fitri sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.

Dalam arahan tersebut, pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Melalui inspeksi rutin, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung keberlanjutan usaha petani dan peternak.

Berita ini ditulis oleh Muhammad Harianto dan disunting oleh Agus Salim.

Penulis :
Aditya Yohan