HOME  ⁄  Nasional

Komisi IX DPR Soroti Kasus Keracunan MBG, Dorong Sinergi BPOM dan BGN Perkuat Keamanan Pangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi IX DPR Soroti Kasus Keracunan MBG, Dorong Sinergi BPOM dan BGN Perkuat Keamanan Pangan
Foto: (Sumber : Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX dengan Kepala Badan POM di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Septamares/Karisma.)

Pantau - Komisi IX DPR RI mendorong penguatan kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah maraknya kasus keracunan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kepala BPOM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menilai program MBG memiliki tujuan baik, namun pelaksanaannya masih menghadapi persoalan manajemen dan perencanaan.

Irma mengatakan, “Dapur-dapur yang belum terbukti kebersihannya juga masih banyak, sehingga kerja sama antara BPOM dan BGN memang harus ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko keracunan.”

Keamanan Pangan Jadi Kunci Program

Irma menegaskan keamanan pangan menjadi syarat utama agar manfaat gizi dari program MBG dapat diterima secara optimal oleh masyarakat.

Menurutnya, penguatan standar keamanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu dilakukan secara menyeluruh.

Ia menyebut BPOM harus berperan dalam meningkatkan kapasitas pelaksana program, termasuk pengawasan kualitas bahan pangan.

“Bahan pangan merupakan hal krusial untuk menjaga kualitas makanan, apabila tidak tentunya akan menjadi bom waktu,” ujarnya.

Dorong Penguatan Regulasi dan Pengawasan

Irma meminta BPOM menyiapkan sistem pengawalan keamanan pangan melalui penguatan regulasi dan peningkatan kompetensi pengawas.

Selain itu, diperlukan pengembangan sistem pelaporan terintegrasi secara nasional serta surveilans pangan untuk memantau potensi risiko.

Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan program MBG berjalan aman, bermutu, dan berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf