
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah dipantau ketat melalui koordinasi lintas sektor dan monitoring lapangan guna menjamin kelancaran pasokan energi nasional.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan terkendali berdasarkan realisasi penyaluran hingga saat ini.
Realisasi penyaluran nasional per 19 Februari 2026 atau 50 hari berjalan masih sesuai koridor rencana awal tahun dengan minyak tanah 12,84 persen dari kuota, solar 13,22 persen, dan pertalite 12,19 persen.
Koordinasi diperkuat bersama Pertamina Patra Niaga terutama untuk wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas mudik seperti jalur utama dan alternatif, jalan tol, penyeberangan, serta destinasi wisata.
BPH Migas memprediksi konsumsi BBM tertinggi terjadi di Tol Trans Jawa dengan kenaikan 25 hingga 30 persen dibanding hari biasa terutama di Cipali wilayah Subang hingga Indramayu, ruas Semarang–Solo di Boyolali, serta simpul Solo–Yogyakarta di Colomadu.
Lonjakan juga diperkirakan terjadi di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk serta di tujuan akhir mudik seperti Yogyakarta, Solo Raya, Surabaya, Malang Raya, Banyumas, dan Bandung.
Pertamina menyiapkan langkah antisipasi berupa penguatan stok di depot penyangga, penyediaan SPBU modular di jalur tol dan kawasan wisata, serta layanan motoris untuk kendaraan di titik kemacetan.
Kementerian ESDM direncanakan mengaktifkan Posko Nasional Ramadhan dan Idul Fitri pada 12 hingga 31 Maret 2026 yang mencakup pengawasan BBM, LPG, gas bumi, listrik, hingga antisipasi kebencanaan geologi.
Di Bali, BPH Migas meninjau Fuel Terminal Sanggaran dan sejumlah SPBU dengan kondisi stok rata-rata terminal enam hingga tujuh hari serta keterisian tangki timbun SPBU sekitar 60 hingga 70 persen.
Distribusi di Bali dikendalikan melalui Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis yang terintegrasi serta diperkuat tambahan delapan mobil tangki untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
BPH Migas mengimbau masyarakat menggunakan BBM subsidi atau kompensasi sesuai peruntukan agar tidak memicu antrean dan potensi kekurangan di titik padat selama periode Lebaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







