
Pantau - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 seiring kondisi pasokan energi nasional yang dinilai masih aman.
Stok Aman dan Dukungan Presiden
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto usai kunjungan kerja ke luar negeri.
"Saya sampaikan kepada publik, bahwa Insya-Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG," ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah telah sepakat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil sepanjang tahun.
"Bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ujarnya.
Menurut dia, kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi global.
Faktor Harga Minyak dan Pasokan Energi
Bahlil menjelaskan kondisi fiskal masih memungkinkan kebijakan tersebut dijalankan karena harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berada di bawah asumsi anggaran.
"Kalau sampai dengan 100 dolar AS itu sudah aman BBM," katanya.
Ia menyebut rata-rata harga ICP sejak awal tahun berada di kisaran 77 dolar AS per barel.
Di sisi lain, pemerintah masih mengandalkan impor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari.
Selain itu, pemerintah membuka peluang kerja sama energi dengan Rusia, termasuk investasi di sektor kilang dan penyimpanan energi.
"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up," ujarnya.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








