Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Data Pajak Solid dan Sentimen Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Data Pajak Solid dan Sentimen Global
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pekerja melihat gawainya di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom/am.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa berpotensi menguat seiring data ekonomi domestik yang tercatat solid meski dibayangi sentimen global.

IHSG dibuka menguat 31,97 poin atau 0,38 persen ke posisi 8.428,05, sementara Indeks LQ45 naik 0,92 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,68.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan, "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.450. Potensi koreksi terbuka, hati-hati,".

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak Januari 2026 sebesar Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,7 persen secara year on year dan setara 4,9 persen dari target APBN 2026.

Kenaikan ditopang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang melonjak 83,9 persen menjadi Rp45,3 triliun serta Pajak Penghasilan badan yang tumbuh 37 persen menjadi Rp5,7 triliun.

Sementara itu Pajak Penghasilan orang pribadi dan PPh21 sebesar Rp13,1 triliun masih terkontraksi 20,4 persen akibat faktor administratif.

"Ini mengindikasikan daya beli domestik relatif terjaga di awal tahun, yang positif bagi pertumbuhan kuartal I. Namun, perlu dicermati bahwa sebagian pertumbuhan juga dipengaruhi faktor teknis seperti penurunan restitusi dan belum dipindahbukukannya sejumlah deposit pajak," ujar Nico.

Dari mancanegara, kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan terhadap keuntungan perusahaan serta ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat menekan pasar saham global.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengganti tarif sebelumnya dengan tarif baru sebesar 15 persen yang berlaku menyeluruh untuk semua impor AS.

"Hal ini tentu saja memberikan kemenangan bagi negara-negara yang memang mendapatkan tarif tinggi dari Amerika seperti Tiongkok, Uni Eropa, hingga India," katanya.

Bursa saham Eropa dan Wall Street kompak melemah pada perdagangan sebelumnya, sementara bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan pagi ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf