Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah Seiring Penguatan Data Aktivitas Manufaktur Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah Seiring Penguatan Data Aktivitas Manufaktur Amerika Serikat
Foto: (Sumber : Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (21/1) bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj..)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring penguatan data aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang melampaui ekspektasi pasar.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan dolar AS mengalami rebound setelah sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan.

Indeks Dallas Fed Manufacturing AS tercatat naik ke level 0,2 dari sebelumnya minus 1,2 sementara data Chicago National Activity Index meningkat ke 0,18 dari sebelumnya minus 0,21.

Ia mengatakan, "Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan,".

Meski data ekonomi AS menguat, pelemahan rupiah dinilai tidak akan terlalu dalam karena ketidakpastian kebijakan tarif AS masih membayangi pergerakan dolar.

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam penerapan tarif impor global sebesar 15 persen meskipun Mahkamah Agung AS sebelumnya membatalkan dasar hukum kebijakan tarif tersebut dengan menyatakan kewenangan ada pada Kongres.

Pernyataan tersebut memicu ketidakpastian di pasar keuangan global sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.

Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan kebijakan perdagangan AS serta rilis data ekonomi lanjutan yang dapat mempengaruhi arah pergerakan mata uang global.

Penulis :
Ahmad Yusuf