
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah menggandeng IPB University untuk memperkuat penyusunan cetak biru ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui Focus Group Discussion di Science Techno Park IPB sebagai langkah transformasi sektor haji nasional.
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi menegaskan, “Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 secara tegas memberikan mandat kepada Kemenhaj untuk memimpin transformasi sektor haji, termasuk dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,”.
Ia menyampaikan penyusunan cetak biru merupakan langkah strategis untuk mengubah paradigma pengelolaan haji dari cost center menjadi profit center yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara terukur dan berkelanjutan.
Ia mengatakan, “Penguatan cetak biru ini menjadi fondasi agar pengelolaan haji tidak hanya berorientasi pada layanan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berdampak luas,”.
Ekosistem ekonomi haji tersebut mencakup pilar transportasi dan logistik, akomodasi, konsumsi pangan, layanan kesehatan dan bimbingan ibadah, efisiensi digital, produk halal unggulan, hingga keuangan syariah inovatif.
Dengan kuota 221.000 calon haji per tahun potensi nilai ekonomi dinilai besar sehingga memerlukan integrasi rantai pasok dan pelibatan pelaku usaha nasional secara sistematis.
IPB dilibatkan untuk memperkuat substansi akademik dan teknis cetak biru terutama pada pilar konsumsi pangan dan inovasi berbasis teknologi.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyatakan, “IPB siap berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik dan penguatan cetak biru, termasuk melalui standar gizi dan formulasi menu jamaah, inovasi produk pangan adaptif, serta pengembangan sistem rantai pasok berbasis teknologi,”.
Dalam FGD tersebut IPB memaparkan kontribusi konkret seperti penyusunan standar gizi jamaah berbasis evidence, pengembangan produk pangan rendah indeks glikemik dan tahan distribusi, serta penerapan smart traceability berbasis AI dan teknologi digital untuk menjamin mutu dan keamanan pangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







