
Pantau - Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, atau dikenal sebagai D-HUB Special Economic Zone (D-HUB SEZ), akan memfokuskan pengembangan pada sektor kesehatan dan pendidikan sepanjang 2026.
Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, menyatakan tenant di gedung Biomedical Campus diharapkan sudah bisa beroperasi tahun ini, dan pihaknya tengah berdiskusi dengan beberapa mitra untuk menghadirkan rumah sakit internasional.
Sektor pendidikan juga menjadi fokus, seiring arahan Presiden Prabowo untuk menghadirkan 10 universitas asing ke Indonesia, dengan KEK ETKI sebagai lokasi strategis karena kemudahan fasilitas dan insentif yang mendukung.
KEK ETKI Banten diresmikan pada 7 Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2024 dan menjadi satu-satunya KEK di wilayah Jabodetabek.
Selain sektor kesehatan, KEK ETKI juga mengembangkan pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.
Investasi yang terkumpul hingga 2025 mencapai Rp1,19 triliun dengan 830 tenaga kerja terserap.
Target jangka panjang KEK ini adalah Rp18,8 triliun dalam 20 tahun ke depan.
KEK ETKI menyediakan lahan seluas 60 hektare di BSD City, 30 menit dari Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta, diproyeksikan menciptakan 13.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Jabodetabek serta memberikan dampak ekonomi nasional.
Fasilitas dan kemudahan untuk investor global mencakup insentif fiskal seperti tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, pajak barang mewah, bea masuk, dan cukai, serta insentif non-fiskal seperti kemudahan perizinan, imigrasi, lalu lintas barang dan tenaga kerja, dan tata ruang yang mendukung.
KEK ETKI Banten ditujukan untuk memanfaatkan potensi pasar kesehatan nasional, di mana lebih dari dua juta warga Indonesia berobat ke luar negeri dengan pengeluaran sekitar 11,5 miliar dolar AS per tahun, terutama dari kelas menengah ke atas, sehingga layanan kesehatan kelas dunia di Indonesia menjadi prioritas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








