Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj/am..)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta menguat 56 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.744 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp16.800 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipicu oleh penegasan komitmen Presiden AS Donald Trump untuk mempertahankan kebijakan tarif.

"Penguatan ini terkait erat dengan penegasan kembali komitmen Trump untuk mempertahankan kebijakan tarif, yang meningkatkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan perdagangan AS di masa depan dan meredam permintaan terhadap dolar AS," ujarnya.

Trump disebut tidak memberikan sinyal pelonggaran kebijakan tarif Amerika Serikat serta menegaskan keyakinannya bahwa mitra asing akan mematuhi perjanjian perdagangan yang sudah ada.

Ia juga mengindikasikan bahwa tarif pada akhirnya dapat berfungsi sebagai pengganti pajak penghasilan.

Amerika Serikat mulai menerapkan tarif global sementara sebesar 10 persen dan Gedung Putih dilaporkan berupaya meningkatkan tarif tersebut menjadi 15 persen.

Upaya tersebut muncul setelah Mahkamah Agung membatalkan langkah-langkah tarif resiprokal Trump.

Di hadapan Kongres AS, Trump menyampaikan bahwa hampir semua negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang telah dibuat sebelum keputusan Mahkamah Agung terkait tarif dikeluarkan.

Pernyataan tersebut mendorong investor untuk mengalihkan aset berdenominasi dolar AS sehingga menekan permintaan terhadap mata uang tersebut.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan