
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat tipis 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49 di tengah pelaku pasar yang bersikap wait and see terhadap rilis data ekonomi domestik dan mancanegara pekan depan.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru turun 3,53 poin atau 0,42 persen ke posisi 834,36.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, menyatakan, "Menantikan sejumlah data indikator ekonomi penting pada pekan depan."
Sebelumnya, IHSG bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan akibat sentimen negatif ketidakpastian tarif Amerika Serikat (AS).
Tekanan juga datang dari peringatan meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia dari S&P Global Ratings.
Pasar turut terpengaruh aksi rebalancing MSCI pada akhir bulan yang menambah volatilitas perdagangan.
IHSG dibuka melemah pada awal perdagangan dan bertahan di teritori negatif sepanjang sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, IHSG mampu berbalik ke zona hijau menjelang penutupan perdagangan.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.526.942 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 47,64 miliar lembar saham.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp38,24 triliun dengan 341 saham naik, 315 saham menurun, dan 163 saham tidak bergerak.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar adalah BNBR, MSIN, WMUU, DNAR, dan GRPH.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu JAYA, BIPP, KOTA, MSKY, dan DIVA.
Pelaku Pasar Menanti Rilis Data Ekonomi Pekan Depan
Pada pekan depan, dari dalam negeri akan dirilis sejumlah data indikator ekonomi penting.
Data tersebut meliputi S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, serta inflasi Februari 2026 yang dijadwalkan rilis pada Senin, 2 Maret 2026.
Pelaku pasar juga menantikan data cadangan devisa periode Februari 2026 yang akan dirilis pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menantikan data indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment Change, Nonfarm Payrolls (NFP), unemployment rate, dan Retail Sales.
Secara global, pelaku pasar juga menunggu rilis inflasi Februari 2026 di Euro Area.
Indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence dari Jepang, serta data retail sales dari Euro Area turut menjadi perhatian.
Sektor Industri Pimpin Penguatan, Bursa Asia Mayoritas Naik
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor tercatat menguat pada perdagangan hari itu.
Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,41 persen diikuti sektor barang konsumen non primer yang naik 3,42 persen serta sektor barang baku yang meningkat 1,84 persen.
Empat sektor mengalami koreksi dengan sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,71 persen.
Sektor infrastruktur turun 0,42 persen dan sektor transportasi serta logistik melemah 0,31 persen.
Bursa saham regional Asia pada sore hari menunjukkan mayoritas penguatan.
Indeks Nikkei menguat 213,61 poin atau 0,36 persen ke 58.967,00.
Indeks Hang Seng naik 249,52 poin atau 0,95 persen ke 26.630,54.
Indeks Shanghai bertambah 16,25 poin atau 0,39 persen ke 4.162,88.
Indeks Strait Times meningkat 30,69 poin atau 0,62 persen ke 4.995,07.
- Penulis :
- Arian Mesa







