Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Menegaskan APBN 2026 Siap Tahan Gejolak Global dengan Defisit Terjaga

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Menegaskan APBN 2026 Siap Tahan Gejolak Global dengan Defisit Terjaga
Foto: Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjadi pembicara dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 (sumber: Kemenkeu Foto/KLI-Rizky Pambagio)

Pantau - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 siap menyangga efek gejolak global dengan defisit yang tetap terjaga di bawah tiga persen dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta.

Ia menjelaskan Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global termasuk potensi kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah.

Juda mengatakan, "Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah tiga persen, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih terjaga."

Ia memaparkan setiap kenaikan satu dolar Amerika Serikat pada harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price berpotensi menambah defisit sebesar Rp6,8 triliun.

Pelemahan nilai tukar sebesar Rp100 terhadap dolar Amerika Serikat berdampak terhadap defisit sebesar Rp0,8 triliun.

Kenaikan imbal hasil atau yield sebesar 0,1 persen berpotensi menambah beban anggaran sebesar Rp1,9 triliun.

Meski terdapat berbagai risiko tersebut, hasil stress test pada skenario yang dinilai cukup kredibel menunjukkan defisit tetap terjaga di bawah tiga persen.

Juda menegaskan, "APBN itu memang didesain dengan prinsip prudent, disiplin, dan fleksibel. Prudent dan disiplin, kami memastikan bahwa defisit di bawah tiga persen."

Diversifikasi Pembiayaan Perkuat Ketahanan Fiskal

Dari sisi pembiayaan, Kementerian Keuangan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk memperkuat ketahanan fiskal.

Jika sebelumnya pembiayaan global didominasi dolar Amerika Serikat, kini pemerintah memperluas basis investor dan mata uang dengan menerbitkan surat utang global dalam mata uang euro dan renminbi senilai setara 4,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Imbal hasil surat utang dalam mata uang renminbi berkisar 2 sampai 3 persen sedangkan dalam euro berkisar 4 sampai 5 persen.

Juda menyampaikan, "Ini ukurannya masih sangat bagus sekali untuk pasar global kita."

Fokus Belanja dan Peran Investasi

Dari sisi investasi, pemerintah telah memasukkan proyeksi investasi asing dalam skenario pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat peran investasi domestik melalui entitas baru pemerintah bernama Danantara.

Pemerintah kini lebih memfokuskan belanja APBN pada konsumsi pemerintah serta penguatan kesejahteraan masyarakat khususnya kelompok menengah ke bawah dengan pembiayaan investasi yang semakin banyak dilakukan melalui Danantara serta dukungan investasi luar negeri.

Dengan berbagai instrumen tersebut, Wakil Menteri Keuangan optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap dapat dijaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Penulis :
Arian Mesa