Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bahlil Sebut Impor Bioetanol dari Amerika Serikat Dilakukan untuk Menutup Kekurangan Pasokan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bahlil Sebut Impor Bioetanol dari Amerika Serikat Dilakukan untuk Menutup Kekurangan Pasokan Nasional
Foto: (Sumber : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai setelah Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri..)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan rencana impor bioetanol dari Amerika Serikat dilakukan untuk menutup selisih antara kebutuhan dalam negeri dan kapasitas produksi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil Lahadalia setelah menghadiri Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.

" Untuk impor etanol ini, apabila antara kebutuhan kita dan produksi kita itu kurang. Misalkan produksi kita 10, kebutuhan kita 20, 10-nya bisa impor, salah satunya dari Amerika," ungkap Bahlil Lahadalia.

Ia menjelaskan bioetanol yang akan diimpor dari Amerika Serikat harus memiliki kadar sebesar 99,9 persen.

Spesifikasi tersebut ditetapkan untuk menghindari perdebatan mengenai kualitas bahan bakar yang akan digunakan.

Bioetanol impor tersebut direncanakan akan dimanfaatkan sebagai bahan campuran bahan bakar minyak.

Digunakan untuk Energi dan Berbagai Industri

Selain digunakan sebagai bahan campuran bahan bakar minyak, etanol juga memiliki berbagai kegunaan lain di sektor industri.

Etanol dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam industri kosmetik.

Bahan tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri lainnya.

Untuk penggunaan etanol di luar kebutuhan bahan bakar minyak, pemerintah menyerahkan penentuan spesifikasi kepada masing-masing industri yang membutuhkan.

" Dan itu kan tergantung dari spesifikasi pabrik dan kebutuhan industri apa yang mereka akan pakai," ujar Bahlil Lahadalia.

Mendukung Program Mandatori Bioetanol

Pemerintah sebelumnya telah membuka peluang impor etanol termasuk dari Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya pengembangan energi bersih.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan implementasi program mandatori pencampuran bioetanol dalam bahan bakar secara bertahap.

Program tersebut direncanakan dimulai dengan penerapan campuran E5 pada tahun 2028.

Selanjutnya program tersebut akan meningkat menjadi E10 pada tahun 2030.

Pemerintah juga mengarahkan kebijakan tersebut menuju penerapan E20 dengan mempertimbangkan kesiapan produksi, distribusi, serta infrastruktur pendukung.

Untuk mendukung masa transisi menuju penggunaan bioetanol, pemerintah membuka peluang kerja sama perdagangan dengan berbagai mitra internasional.

Amerika Serikat menjadi salah satu mitra yang dipertimbangkan dalam kerja sama tersebut.

Kerja sama perdagangan tersebut akan dilakukan secara proporsional dan terukur sesuai dengan kebutuhan domestik Indonesia.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan impor tersebut diiringi dengan upaya memperkuat kapasitas produksi bioetanol di dalam negeri.

Langkah tersebut bertujuan agar industri bioetanol nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan implementasi Agreement of Reciprocal Trade pada sektor energi dan sumber daya mineral dirancang berjalan secara bertahap, terukur, dan tetap selaras dengan kepentingan nasional Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf