Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Ras Picu Kenaikan Indeks Perkembangan Harga di Sejumlah Daerah Jelang Lebaran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Ras Picu Kenaikan Indeks Perkembangan Harga di Sejumlah Daerah Jelang Lebaran
Foto: (Sumber : Arsip foto - Komoditas cabai rawit merah dan cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Senen, Jakarta. (ANTARA/Harianto).)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sejumlah komoditas pangan memicu kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai daerah pada minggu pertama Maret 2026 menjelang Lebaran.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan IPH antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, bawang merah, dan cabai rawit.

Ia mengungkapkan, "Kalau kita perhatikan dari IPH, mayoritas adalah cabai rawit, daging ayam ras, lalu ada beberapa telur ayam ras."

Amalia menyebutkan tiga provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi menjelang Lebaran adalah DKI Jakarta sebesar 3,39 persen, Nusa Tenggara Barat sebesar 2,67 persen, dan Sulawesi Barat sebesar 1,41 persen.

Komoditas Penyumbang Kenaikan di Sejumlah Daerah

Di Provinsi DKI Jakarta, kenaikan IPH disumbang oleh komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit.

Sementara itu di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kenaikan IPH dipicu oleh cabai rawit, daging sapi, dan bawang merah.

Adapun di Provinsi Sulawesi Barat, kenaikan IPH dipengaruhi oleh komoditas daging ayam ras, ikan kembung, dan cabai rawit.

Amalia juga menjelaskan bahwa kenaikan IPH di wilayah Pulau Sumatera disumbang oleh komoditas daging ayam ras dan daging sapi.

Di Pulau Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan IPH di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.

Untuk wilayah di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, komoditas yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan IPH adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

Daerah dengan IPH paling tinggi di wilayah tersebut berada di Kabupaten Lombok Timur.

Kenaikan Telur Ayam Ras Terjadi di 210 Kabupaten/Kota

Amalia menekankan bahwa kenaikan harga telur ayam ras perlu mendapat perhatian karena sudah terjadi di 210 kabupaten dan kota.

Ia mengatakan, "Maka yang perlu memperoleh perhatian adalah kenaikan dari telur ayam ras, yang jumlah kabupaten/kota sampai saat ini ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH".

Selain telur ayam ras, cabai rawit juga perlu mendapat perhatian karena mengalami kenaikan harga di 177 kabupaten dan kota.

Daging ayam ras serta bawang merah juga disebut perlu mendapat pengawasan karena semakin banyak daerah yang mengalami kenaikan harga komoditas tersebut.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 6 Maret 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras mencapai Rp32.475 per kilogram dengan harga acuan pembelian Rp30.000 per kilogram.

Harga rata-rata nasional cabai rawit tercatat Rp71.429 per kilogram dengan harga acuan Rp57.000 per kilogram.

Harga rata-rata nasional daging ayam ras mencapai Rp41.181 per kilogram dengan harga acuan Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga rata-rata nasional bawang merah tercatat Rp41.906 per kilogram dengan harga acuan Rp41.500 per kilogram.

Penulis :
Aditya Yohan