
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 17,77 poin atau 0,24 persen ke posisi 7.541,61 pada Rabu sore di tengah ketidakpastian arah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 7,70 poin atau 1,04 persen ke posisi 735,97 seiring tekanan yang melanda pasar saham kawasan Asia.
Pelemahan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan kepastian menuju perdamaian.
Maximilianus Nico Demus menyatakan, "Bursa regional Asia tertekan yang dipengaruhi konflik Timur Tengah tak sesuai harapan akan munculnya perdamaian, meskipun ada perpanjangan gencatan senjata," ungkapnya.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah rencana putaran kedua pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal terlaksana.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperpanjang gencatan senjata dengan Iran yang sempat meredakan kekhawatiran eskalasi konflik.
Namun demikian, blokade Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran tetap diberlakukan sehingga memicu ketegangan lanjutan.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance membatalkan kunjungan ke Islamabad untuk negosiasi setelah Iran melalui Pakistan menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Iran juga mengindikasikan kemungkinan tetap menutup Selat Hormuz jika pencegatan oleh Amerika Serikat terus berlanjut.
Selain itu, Iran memberi sinyal tidak akan mematuhi gencatan senjata yang telah diperpanjang.
Sentimen Global dan Kebijakan Dalam Negeri Tekan IHSG
Dari dalam negeri, pergerakan IHSG turut dipengaruhi sentimen negatif global dan penangguhan penilaian saham Indonesia oleh MSCI.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, "Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah," ujarnya.
IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga akhir perdagangan.
Pergerakan Sektoral dan Aktivitas Perdagangan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar.
Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan sebesar 4,30 persen.
Sektor barang konsumen non primer naik 1,22 persen dan sektor infrastruktur menguat 1,11 persen.
Sementara itu, dua sektor mengalami pelemahan yaitu sektor barang baku turun 0,45 persen dan sektor energi turun tipis 0,01 persen.
Saham dengan penguatan terbesar antara lain COAL, KOTA, BDMN, HOPE, dan TALF.
Adapun saham dengan pelemahan terbesar meliputi KICI, DEFI, LCKM, DSSA, dan BREN.
Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2.948.972 kali transaksi.
Total saham yang diperdagangkan sebanyak 49,44 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp18,14 triliun.
Sebanyak 440 saham menguat, 240 saham melemah, dan 141 saham tidak mengalami perubahan.
Bursa saham Asia menunjukkan pergerakan beragam dengan indeks Nikkei naik 313,83 poin atau 0,53 persen ke 59.663,00.
Indeks Shanghai menguat 21,18 poin atau 0,52 persen ke 4.106,26.
Sementara itu, indeks Hang Seng turun 324,24 poin atau 1,22 persen ke 26.163,24 dan indeks Strait Times melemah 12,24 poin atau 0,24 persen ke 5.002,72.
- Penulis :
- Shila Glorya








