
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Selasa sore ditutup menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke level 7.440,91 setelah sebelumnya mengalami tekanan, dengan penguatan dipicu oleh terkoreksinya harga minyak mentah di pasar global.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut naik sebesar 9,37 poin atau 1,25 persen ke posisi 759,94.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim mengatakan, "IHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya, yang dipicu oleh koreksi harga minyak mentah, penguatan indeks bursa Wall Street dan Asia, serta technical rebound."
Harga Minyak Turun dan Harapan Meredanya Konflik
Pada perdagangan Selasa pukul 16.35 WIB harga minyak mentah acuan jenis WTI turun 7,83 persen menjadi 87,35 dolar Amerika Serikat per barel.
Pada waktu yang sama harga minyak mentah jenis Brent turun 7,99 persen menjadi 91,05 dolar Amerika Serikat per barel.
Pelemahan harga minyak global terjadi seiring meningkatnya harapan meredanya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran sudah "very complete."
Data Ekonomi Domestik Turut Dorong Sentimen
Dari sisi data ekonomi domestik, penjualan ritel Indonesia pada Januari 2026 tumbuh 5,7 persen secara tahunan year on year.
Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebesar 3,5 persen secara tahunan year on year.
Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya sekitar 4 persen secara tahunan year on year.
Penjualan ritel pada Februari 2026 diperkirakan akan meningkat seiring momentum konsumsi masyarakat.
Faktor yang mendorong kenaikan konsumsi antara lain perayaan Tahun Baru Imlek.
Selain itu peningkatan juga dipicu oleh dimulainya bulan Ramadan.
Momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri juga diperkirakan turut mendorong aktivitas belanja masyarakat.
Dari Amerika Serikat investor menunggu rilis data inflasi Februari 2026.
Inflasi utama diperkirakan stabil di level 2,4 persen secara tahunan.
Sementara inflasi inti atau core CPI diperkirakan stabil di level 2,5 persen secara tahunan.
Seluruh Sektor Menguat dan Transaksi Meningkat
Pada awal perdagangan IHSG langsung dibuka menguat.
Hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham IHSG tetap berada di wilayah positif.
Memasuki sesi kedua perdagangan IHSG masih bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX IC seluruh sebelas sektor saham mengalami penguatan.
Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 4,85 persen.
Sektor industri naik sebesar 2,69 persen.
Sektor barang konsumen non primer meningkat sebesar 2,68 persen.
Beberapa saham yang mencatat penguatan terbesar yaitu INPC, NETV, YELO, APLN, dan MBMA.
Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain INDS, MKAP, ZATA, UDNG, dan KOKA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.027.866 kali transaksi.
Total saham yang diperdagangkan mencapai 36,27 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan saham tercatat sebesar Rp19,16 triliun.
Sebanyak 534 saham mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 190 saham mengalami penurunan harga.
Sebanyak 93 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bursa Asia Kompak Menguat
Bursa saham regional Asia juga ditutup menguat pada sore hari.
Indeks Nikkei naik 1.519,69 poin atau 2,88 persen menjadi 54.248,40.
Indeks Hang Seng naik 551,43 poin atau 2,17 persen menjadi 25.959,90.
Indeks Shanghai menguat 26,54 poin atau 0,65 persen ke posisi 4.123,14.
Indeks Strait Times naik 104,03 poin atau 2,19 persen menjadi 4.861,64.
- Penulis :
- Arian Mesa








