Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat ke 7.484 di Awal Perdagangan, Pasar Cermati Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Menguat ke 7.484 di Awal Perdagangan, Pasar Cermati Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Pengunjung melintas di depan refleksi layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa/pri..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat di tengah pelaku pasar yang mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

IHSG dibuka naik 43,86 poin atau 0,59 persen ke posisi 7.484,77.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,81 poin atau 0,50 persen ke posisi 763,75.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut meskipun terjadi rebound di pasar saham dan penguatan rupiah, pasar keuangan Indonesia masih diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini akibat ketidakpastian global yang masih tinggi.

Dari perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, volatilitas pasar dipicu oleh informasi yang simpang siur mengenai keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz.

Sempat muncul klaim bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah berhasil mengawal kapal tanker yang melintas.

Namun klaim tersebut kemudian dibantah oleh pemerintah Amerika Serikat.

Di sisi lain, terdapat laporan bahwa Iran diduga menempatkan ranjau di Selat Hormuz.

Informasi tersebut menambah kekhawatiran para investor sehingga memberikan tekanan pada pasar saham global.

Pada perdagangan hari ini pukul 09.40 WIB, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan.

Minyak jenis WTI naik 1,67 persen ke level 84,84 dolar Amerika Serikat per barel.

Sementara minyak jenis Brent naik 1,36 persen ke level 88,99 dolar Amerika Serikat per barel.

Selain konflik geopolitik, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada rilis data inflasi Amerika Serikat.

Data inflasi tersebut dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat pada pertemuan FOMC berikutnya.

Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, maka suku bunga tinggi kemungkinan dipertahankan lebih lama.

Kondisi itu berpotensi menguatkan dolar Amerika Serikat.

Penguatan dolar dapat menekan pasar saham serta mata uang negara berkembang.

Dari sisi makroekonomi kawasan Asia, sejumlah data menunjukkan kondisi fundamental yang membaik.

Pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal IV tahun 2025 direvisi naik menjadi 0,3 persen.

Selain itu, China mencatat surplus perdagangan besar mencapai 213,62 miliar dolar Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan konferensi pers kondisi fiskal yang akan disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Konferensi tersebut akan membahas perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Februari 2026.

Pelaku pasar juga memperhatikan percepatan proses seleksi pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah gejolak global.

Bank Indonesia melaporkan Indeks Penjualan Riil Januari 2026 tumbuh 5,7 persen secara tahunan.

Pada perdagangan Selasa 10 Maret 2026, bursa saham Eropa secara umum menguat.

  • Indeks Euro Stoxx 50 naik 2,73 persen.
  • Indeks FTSE 100 Inggris naik 1,59 persen.
  • Indeks DAX Jerman naik 2,39 persen.
  • Indeks CAC juga menguat 1,79 persen.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat di Wall Street pada Selasa 10 Maret 2026 justru melemah.

  • Indeks Nasdaq Composite turun 0,04 persen ke level 24.856,47.
  • Indeks S&P 500 turun 0,21 persen ke posisi 6.781,48.
  • Indeks Dow Jones melemah 0,07 persen ke level 47.706,51.

Bursa saham regional Asia pada pagi hari menunjukkan pergerakan yang beragam.

  • Indeks Nikkei naik 1.139,40 poin atau 2,10 persen ke posisi 55.387,80.
  • Indeks Hang Seng naik 54,73 poin atau 0,21 persen ke posisi 26.014,63.
  • Indeks Shanghai naik 3,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 4.126,62.

Sementara indeks Strait Times justru melemah 9,70 poin atau 0,20 persen ke posisi 4.850,93.

Penulis :
Ahmad Yusuf