Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Anjlok 3,05 Persen ke Level 7.137, Investor Khawatir Inflasi Energi Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Anjlok 3,05 Persen ke Level 7.137, Investor Khawatir Inflasi Energi Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Jumat sore ditutup melemah 224,91 poin atau 3,05 persen ke posisi 7.137,20 seiring penurunan bursa saham di kawasan Asia serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi inflasi energi global.

IHSG dan Saham Unggulan Tertekan

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 22,86 poin atau 3,04 persen ke posisi 728,83.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan bahwa kekhawatiran pasar dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuat harga minyak dunia tetap tinggi.

"Investor khawatir konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berkepanjangan akan membuat harga minyak mentah di harga tinggi dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya, sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan inflasi dan melebarnya defisit APBN," ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut muncul karena harga minyak mentah yang tinggi dinilai dapat mendorong inflasi global sekaligus meningkatkan tekanan terhadap anggaran negara.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 17.00 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat sebesar 95,77 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah jenis Brent berada di level 101,02 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan opsi pemerintah untuk melebarkan batas defisit APBN di atas 3 persen masih dalam tahap pembahasan.

Pemerintah saat ini masih menghitung dampak kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Apabila opsi pelebaran defisit di atas 3 persen dilakukan, pemerintah akan terlebih dahulu memperhitungkan konsekuensi fiskalnya.

Sentimen Global dan Kinerja Perdagangan

Dari faktor global, Amerika Serikat sementara mengizinkan pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di perairan internasional guna membantu menstabilkan harga minyak mentah di pasar dunia.

Diperkirakan terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang sedang dalam perjalanan di laut.

Minyak tersebut tersebar di sekitar 30 lokasi di seluruh dunia per tanggal 12 Maret 2026.

Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi pasokan minyak dunia selama sekitar lima hingga enam hari.

Sentimen negatif lain datang dari kebijakan Amerika Serikat yang meluncurkan investigasi perdagangan baru terhadap 60 negara.

Investigasi tersebut bertujuan menentukan apakah negara-negara tersebut gagal membatasi impor barang yang diproduksi menggunakan kerja paksa.

Pasal 301 memberi kewenangan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk mengenakan tarif terhadap negara yang terbukti melakukan praktik perdagangan tidak adil tanpa memerlukan otorisasi tambahan dari Kongres.

Penyelidikan tersebut merupakan kelanjutan dari investigasi yang dirilis pada Rabu 11 Maret 2026 yang menyoroti kelebihan kapasitas industri di 16 negara.

Negara-negara yang masuk dalam daftar tersebut antara lain China, Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swiss dan Thailand.

Pada awal perdagangan, IHSG sudah dibuka dalam kondisi melemah dan sepanjang sesi pertama perdagangan tetap berada di wilayah negatif.

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG masih bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor saham mengalami penurunan.

Sektor teknologi mencatat pelemahan paling dalam yaitu minus 3,88 persen.

Sektor transportasi dan logistik turun sebesar 3,84 persen.

Sektor barang konsumen non primer turun sebesar 3,55 persen.

Saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain PSDN, ROCK, ASPR, DUTI dan BESS.

Saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain INDS, NTEV, KUAS, LPKR dan AMMN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.606.804 kali transaksi.

Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 28,69 miliar lembar saham.

Total nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp14,04 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 104 saham mengalami kenaikan.

Sebanyak 629 saham mengalami penurunan harga.

Sebanyak 86 saham tidak mengalami perubahan harga.

Bursa saham di kawasan Asia juga ditutup melemah.

Indeks Nikkei turun 633,40 poin atau 1,16 persen ke posisi 53.819,60.

Indeks Hang Seng turun 251,16 poin atau 0,98 persen ke posisi 25.465,59.

Indeks Shanghai turun 33,65 poin atau 0,81 persen ke posisi 4.095,50.

Indeks Straits Times turun 13,06 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.842,27.

Penulis :
Arian Mesa