
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melepas keberangkatan peserta mudik gratis menggunakan 38 armada bus dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program mudik gratis ini terlaksana berkat kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
"Kita mengapresiasi kerja sama dari para mitra yang selama ini sudah bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memfasilitasi pelaksanaan mudik. Dan, kita tentu berharap kerja sama ini akan terus berlangsung. Kita ingin bisa memberangkatkan sebanyak-banyaknya dalam program mudik gratis ini," ujar Yassierli.
Sebanyak 11 bus diberangkatkan pada Selasa pagi, sementara total keseluruhan mencapai 38 bus dengan lebih dari 1.000 peserta.
Ia berharap seluruh peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman.
"Kita ingin mudiknya aman, mudiknya nyaman, mudiknya selamat, bagi para pekerja atau buruh," kata Yassierli.
Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri menyebut program ini melibatkan sejumlah mitra seperti BNI, BRI, PLN, hingga perusahaan swasta.
"Secara total memberangkatkan 38 bus dan lebih dari 1.000 orang pemudik yang diberangkatkan," ujar Indah.
Ia juga mengapresiasi dukungan mitra yang konsisten selama empat tahun terakhir.
Program mudik gratis tahun ini turut melibatkan pengemudi ojek online sebagai peserta baru.
Sebanyak tiga bus disiapkan untuk 150 pengemudi dari Gojek, Grab, Maksim, dan InDriver dengan tujuan Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, dua bus dengan kapasitas 100 orang disediakan bagi anggota Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI).
Kemnaker juga menyiapkan dua bus untuk 100 pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Jumlah armada untuk tenaga alih daya juga meningkat dari dua bus pada tahun sebelumnya menjadi empat bus pada tahun ini dengan total 208 peserta.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan fasilitas mudik aman dan terjangkau bagi pekerja menjelang Lebaran 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








