
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah empat kapal feri berkapasitas besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk guna meningkatkan layanan penyeberangan di tengah lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Penambahan armada ini dilakukan setelah evaluasi menunjukkan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai hingga 40 kilometer sejak H-5 Idul Fitri.
Penambahan Kapal untuk Tingkatkan Kapasitas Angkut
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Yossianis Marciano mengatakan, "ASDP juga sebagai operator kapal, ke depan atau tahun ini menyiapkan empat unit kapal feri berukuran besar dengan tonase minimal 2.000 GT (gross tonnage), itu minimal ya."
Ia juga mengajak operator kapal swasta untuk mengganti armada dengan kapasitas lebih besar guna meningkatkan daya angkut di lintasan Selat Bali.
Menurut Yossianis, sebagian besar kapal yang saat ini beroperasi masih berukuran kecil sehingga kapasitas angkut belum optimal.
"Karena pertumbuhan penduduk terus tinggi, dan ini harus pula diiringi dengan menyediakan kapal-kapal berukuran besar," ungkapnya.
Peningkatan Fasilitas dan Penataan Pelabuhan
Selain penambahan armada, ASDP juga akan meningkatkan fasilitas serta sarana dan prasarana di pelabuhan.
Perusahaan berencana menambah dermaga di Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk untuk memperlancar arus penyeberangan.
"Kami juga akan melakukan penataan kembali pelabuhan, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, sehingga ke depan semakin lancar," ujar Yossianis.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang serta meningkatkan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan, khususnya pada periode mudik Lebaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







