Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Target Ambisius Penambahan 2 Juta Sapi hingga 2029, Pemerintah Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Target Ambisius Penambahan 2 Juta Sapi hingga 2029, Pemerintah Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti dalam acara International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Jumat 27/3/2026 (sumber: ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pangan menargetkan penambahan populasi sapi ternak sebanyak 2 juta ekor hingga tahun 2029 sebagai langkah strategis untuk memperkuat produksi daging sapi dan susu nasional serta mendukung swasembada pangan.

Kebijakan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti dalam forum internasional di Kantor BRIN Jakarta.

Ia mengungkapkan, "Ini adalah manifestasi kedaulatan pangan di mana masyarakat memproduksi, masyarakat mengelola, dan masyarakat menikmati manfaat gizinya."

Target Produksi dan Tantangan Peternakan

Sejumlah komoditas peternakan nasional seperti daging ayam dan telur telah mencapai swasembada.

Produksi daging ayam broiler diproyeksikan mencapai 5,4 juta ton pada tahun 2029.

Sementara itu produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 7,3 juta ton.

Namun tantangan utama masih terjadi pada komoditas daging sapi dan susu akibat keterbatasan populasi ternak sapi.

Pemerintah menilai peningkatan populasi sapi menjadi kunci untuk mengatasi kekurangan pasokan tersebut.

Kebutuhan produksi juga meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang akan mendorong permintaan produk peternakan.

Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Peran Koperasi dan Investasi Peternakan

Kemenko Pangan mendorong peran Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dalam distribusi dan pengolahan produk peternakan.

Koperasi diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi lokal serta wadah bagi peternak kecil untuk berkembang.

Selain itu koperasi juga berperan menghubungkan peternak dengan rantai pasok program Makan Bergizi Gratis.

Fungsi koperasi tidak hanya pada distribusi tetapi juga sebagai pusat pengolahan produk peternakan.

Kebijakan ini turut membuka peluang keterlibatan generasi muda dalam ekonomi berbasis kerakyatan.

Di sisi lain Kementerian Pertanian menyiapkan lahan seluas 1,5 juta hektar untuk investasi pengembangan peternakan sapi perah dan sapi potong.

Sebanyak 21 lokasi juga diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional untuk mempermudah investasi di sektor peternakan sapi.

Penulis :
Shila Glorya