
Pantau - Perum Bulog menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk memperkuat pengelolaan stok cadangan beras pemerintah guna menjaga mutu, mencegah hama, dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, "Melalui sinergi dengan BRIN, Bulog tidak hanya memperkuat peran dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan logistik pangan secara menyeluruh,".
Kerja sama ini diperkuat melalui penandatanganan adendum nota kesepahaman yang telah berjalan sejak 2024.
Ruang lingkup kerja sama diperluas mencakup pengembangan smart farming berbasis teknologi serta optimalisasi infrastruktur pengolahan pangan dan modernisasi pergudangan.
Program lain meliputi diversifikasi pangan, diseminasi produk, komunikasi publik, dan pengembangan jaringan pangan.
Kolaborasi juga mencakup pemanfaatan teknologi pengawetan makanan termasuk teknologi radiasi untuk meningkatkan daya simpan dan kualitas pangan.
Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi pangan secara nasional.
Rizal menegaskan, "Dengan penandatanganan adendum ini, Perum Bulog berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan,".
Kepala BRIN Arif Satria menyebut kerja sama ini penting untuk mendorong hilirisasi riset.
Ia menyatakan, "Tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam mendukung sistem pangan nasional yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,".
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk menghubungkan riset dengan implementasi di lapangan dalam memperkuat sistem pangan nasional.
- Penulis :
- Gerry Eka








