
Pantau - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan pembangunan gedung Koperasi Merah Putih dapat dilakukan secara vertikal sebagai solusi atas keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Ferry menjelaskan keterbatasan lahan menjadi kendala utama karena idealnya setiap koperasi memiliki luas tanah sekitar 1.000 meter persegi.
Pemerintah daerah diminta melakukan pendataan aset tanah guna mendukung percepatan program tersebut.
"Kami di Kementerian Koperasi juga mempersiapkan surat perintah kerja bagi kondisi tanah-tanah yang kurang dari 1.000 meter persegi, karena ketersediaan tanah di kota-kota itu memang relatif sulit, kalau pun ada luasan lahannya lebih kecil," ujarnya.
Konsep bangunan bertingkat dinilai sebagai solusi inovatif untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas tanpa mengurangi fungsi utama koperasi.
Ferry menegaskan pembangunan tetap mencakup fasilitas utama seperti gedung, gudang, dan perlengkapan operasional.
"Mungkin akan dibangun bangunan fisik, gudang dan kelengkapannya untuk lahan terbatas mungkin dibuat secara vertikal," katanya.
Hingga saat ini, sekitar 2.400 unit Koperasi Merah Putih telah selesai dibangun di berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan sekitar 34.000 bangunan koperasi dapat rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Dalam jangka panjang, lebih dari 80 ribu koperasi ditargetkan beroperasi di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga tengah mempersiapkan tahap operasional melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, PT Agrinas, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga terkait.
"Kami siapkan tahap operasionalisasinya, kami akan rapatkan bersama pemda kemudian PT Agrinas dan juga berbagai pihak, di daerah kami libatkan perguruan tinggi dan lembaga lain untuk bisa menyempurnakan persiapan Koperasi Merah Putih ini," ungkapnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan koperasi dalam menjalankan fungsi ekonomi secara optimal.
- Penulis :
- Gerry Eka








