Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.981 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp16.981 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Foto: (Sumber : Arsip foto - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa..)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin pagi melemah tipis seiring meningkatnya harga minyak mentah dunia di tengah gangguan pasokan global.

Rupiah tercatat melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.981 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen negatif pasar akibat kenaikan harga minyak dunia.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang memburuk dan harga minyak mentah dunia yang masih terus naik,” ujar Lukman di Jakarta, Senin.

Harga Minyak Dunia Naik di Atas 100 Dolar AS

Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat telah mencapai 103 dolar AS per barel.

Kenaikan tersebut dipicu gangguan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pengiriman sekitar 20 juta barel minyak per hari.

Gangguan yang terjadi sejak awal Maret 2026 tersebut menyebabkan kelangkaan pasokan minyak global dan mendorong kenaikan harga energi.

Kebijakan The Fed Turut Tekan Rupiah

Selain faktor harga minyak, pergerakan rupiah juga dipengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Investor memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi serta berpotensi menaikkan suku bunga pada tahun ini.

“Indeks dolar AS sendiri terpantau terus naik, dengan investor sekarang memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga dan peluang untuk menaikkan suku bunga tahun ini ketimbang memangkasnya. Namun, mendekati level psikologis Rp17 ribu, diperkirakan BI akan intervensi,” kata Lukman.

Ia menambahkan kenaikan harga minyak juga berpotensi memicu inflasi global sehingga bank sentral di berbagai negara kemungkinan merespons dengan menaikkan suku bunga.

Berdasarkan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf